![]() |
| William Hanna |
Menyebut
animator, tentunya tidak lepas dari salah satu maestro terbesar sepanjang
masa ini,
ya dia adalah William Demby Hanna lahir di Melrose, New Mexico pada 14 Juli 1910 dan meninggal pada 22 Maret 2001. Seorang animator, produser, sekaligus pengisi suara ini berjasa di dunia kartun pertelevisian yang telah menghibur jutaan orang yang hingga sampai saat ini karyanya masih disiarkan di televisi seluruh dunia.
ya dia adalah William Demby Hanna lahir di Melrose, New Mexico pada 14 Juli 1910 dan meninggal pada 22 Maret 2001. Seorang animator, produser, sekaligus pengisi suara ini berjasa di dunia kartun pertelevisian yang telah menghibur jutaan orang yang hingga sampai saat ini karyanya masih disiarkan di televisi seluruh dunia.
- Awal Karir
William Hanna
menikahi Violet Blanc Wogantze, pernikahan mereka berlangsung selama 64 hingga
kematian sang istri pada 2014. Hanna merupakan anak ketiga dari tujuh
bersaudara, keluarganya sering berpindah-pindah karena mengikuti pekerjaan sang
ayah, sebelum akhirnya menetap di Watts, California tahun 1919. Saat kuliah,
Hanna memang sudah tertarik dengan dunia seni, jurnalistik dan teknik struktur
di Universitas di Kota Compton. Namun kuliahnya terpaksa terhenti karena adanya
krisis ekonomi besar yang melanda dunia pada 1930-an. Sejak saat itu, Hanna
keluar masuk perusahan-perusahaan bidang kontruksi termasuk di Pasific Title
and Art Leon Schlesinger perusahan yang bergerak di bidang kesenian khususnya
dalam lembaran teks untuk film. Dari situ dia terus mengembangkan bakatnya dan membawanya
bergabung dengan sebuah studio animasi, Harman dan Ising[1]
yang juga mitra dari Leon Schlesinger.
Pada
tahun 1933, Harman-Ising memutus hubungan dengan Schlesinger dan bergabung
dengan perusahaan raksasa Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) yang turut serta membawa
Hanna. Pada tahun 1936, Hanna mengerjakan proyek pertamanya yang mengahasil
serial To Spring, bagian dari seri Harman-Ising, Happy Memories. Setahun kemudian kerjasama MGM dengan Harman-Ising
berakhir dan memtuskan untuk membuat label produksi sendiri,[2]
namun tidak untuk Hanna. Hanna bertahan di bawah naungan MGM dan membuka divisi
baru, yakni divisi animasi dibawah pimpinan Fred Quimby sebagai produser.
Di
MGM, Hanna bertemu dengan Joseph Barbera, sosok rekan kerja yang menurutnya
juga berbakat menulis alur cerita lucu dan menggambar karakter animasi. Tak
butuh waktu lama, chemistry terjadi
diantaranya. Pada tahun 1939 Hanna dan Barbera membuat proposal kepada sang produser
Fred Quimby untuk serangkaian kartun dua karakter kucing dan tikus yang menghasilkan
film Puss
Get the Boot yang kemudian
akan masuk nominasi Academy Awards.
- Tom and Jerry: Kartun andalan Metro-Goldwyn-Mayer
Awalnya
Fred Quimby tidak menginginkan karakter kucing dan tikus yang sudah terlalu
banyak di beredar, tapi setelah melihat kesuksesan film tersebut membuat Fred
menyetujui proyek pengembangan cerita tentang karakter kucing dan tikus, yakni
membuat karakter Jerry si tikus kecil yang terus mengalahkan musuh, Tom si
kucing.[3]
Hanna mengatakan perlu adanya sedikit konflik, yakni saat karakter Tom dan Jerry
saling kejar-kejaran yang akhirnya tercipta kartun trademark MGM, yakni Tom
and Jerry.
Kesuksesan
kartun Tom and Jerry menjadi proyek eklusif selama lebih dari 17 tahun, meski
pada masa itu telah banyak kartun yang mengisahkan tentang kucing dan tikus.
Selama masa itu dibuat hingga 114 kartun episode pendek Tom and Jerry, beberapa
di antaranya bahkan memenangkan penghargaan Academy Award. Tidak ada seri
animasi teatrikal lainnya yang mampu memenangkan 7 penghargaan Academy Award.
- Studio Hanna-Barbera Terbentuk
Pada
tahun 1955, Fred Quimby selaku produser pensiun dan diganti oleh Hanna dan
Barbera di divisi animasi. Seiring dengan munculnya industri pertelevisian yang
begitu pesat, industri studio animasi mengalami penurunan. Dan itu dirasakan
oleh MGM pada kartun terbaiknya. MGM mensiasatinya dengan merilis kembali
kartun lama yang dinilai jauh lebih menguntungkan ditengah dominasi
pertelevisian daripada memproduksi episode baru, namun hal itu tidak bertahan
lama. Puncaknya, pada tahun 1957 MGM menutup divisi animasi dan memberhentikan
seluruh pekerjanya yang berada di divisi itu termasuk Hanna dan Barbera itu
sendiri.
Namun
Hanna dan Barbera tidak patah arang, mereka memulai ulang kembali. Saat
tahun-tahun terakhirnya di MGM, mereka telah mengembangkan konsep untuk program
TV animasi yakni persahabatan seekor kucing dan anjing yang diberi judul The
Ruff and Reddy Show yang belum sempat diluncur MGM. Namun, serial itu tak langsung
menaikkan mereka lagi, mereka butuh keyakinan dari studio lain untuk mendukung
usaha mereka. Setelah berulang kali gagal, barulah mantan rekan kerja mereka di
MGM, George Sidney yang juga sutradara menawarkan diri untuk bermitra bisnis
dengan mereka dan meyakinkan Screen Gems,
anak perusahaan dari Columbia Pictures untuk membuat kesepakatan kerja.
Columbia Pictures pun membeli kepemilikan 18% di perusahaan baru Hanna dan
Barbera, Hannah Barbera Production. Perusahaan
ini resmi dibuka pada 7 Juli 1957, dua bulan setelah studio animasi MGM
ditutup. [4]
Acara
TV pertama mereka The Ruff and Reddy Show akhirnya resmi ditayangkan pada
Desember 1957 dan diikuti kartun selanjutnya yakin The Flintstone (1960)
yang menceritakan sebuah keluarga di era prasejarah, lengkap dengan kehidupan
di dalam rumah. Kartun ini berhasil menyedot penonton di semua usia, dengan ciri
khas dari kartun ini, yakni teriakan ‘yabba
dabba doo’ telah menarik hati penontonnya dan terbawa ke kehidupan
sehari-hari. Kartun tersebut mendorong studio Hanna-Barbera Productions ke puncak TV animasi.[5]
Pada
akhir 1960-an, Hanna-Barbera Production
menjadi studio animasi tersukses dalam bisnis ini. Studio itu memproduksi lebih
dari 3.000 episode sepanjang 30 menit dan 150 serial TV. Diantaranya lebih dari
100 serial kartun yang mereka produksi, antara lain: Jonny Quest, Top Cat, Scooby-Doo
dan The Smurfs. Studio Hanna-Barbera Production merupakan contoh kunci pengembangan produksi film animasi yang
dapat bertahan di era pertelevisian, serta tanpa memakan banyak biaya dalam
proses pembuatannya dengan memperbanyak dialog karakter daripada gerakan.
Pada
tahun 1966, Hanna-Barbera Production dijual ke Taft Broadcasting. Hanna dan Barbera tetap menjadi kepala
perusahaan sampai tahun 1991. Setelah itu dijual kembali kepada Turner
Broadcasting System, mitra kerja dari Time
Warner, pemilik Warner Brothers
yang kemudian mengubahnya menjadi Cartoon Network pada 1996. William Hanna
dan Joseph Barbeda terus memberi saran dan masukan kepada perusahaan lama
mereka dan terus mengembangkan serial terbaru, termasuk serial The Cartoon Cartoon Show dan meluncurkan
serial TV untuk judul sebelumnya, yakni The Flintstone (1994) dan Scooby-Doo (2002). [6]
- Persahabatannya dengan Joseph Barbera
Sebagian
besar serial kartun karya William Hanna dan Joseph Barbera memiliki dua
karakter yang diangkat, mulai dari Tom
and Jerry, Yogi Bear dan Boo Boo, Fred Flintstone dan Barney Rubley, Ruff and
Ready hingga Scooby and Shaggy yang menandakan jika ini merupakan
cerminan persahabatan dua karakter maestro animator legendaris serta rekan
bisnis yang terjalin erat lebih dari 50 tahun. William Hanna cenderung
tertutup, sementara Joseph Barbera senang bersosialisasi dengan aktor Hollywood
lainnya.
William
Hanna dan Joseph Barbera merupakan salah satu animator hebat sepanjang masa dan
tersukses yang mampu beradaptasi di layar bioskop yang dibawa ke dunia televisi.
William Hanna dan Joseph Barbera memiliki dampak abadi pada dunia animasi, yang
sampai saat ini karya mereka akan selalu terus muncul di dunia
pertelevisian, termasuk juga buku, mainan dan lainnya. Selama 1960-an acara TV
mereka telah memiliki lebih dari 300 juta penonton di seluruh dunia dan telah
diterjemahkan ke dalam 20 bahasa.
Terimakasih William Hanna dan Joseph Barbera yang
telah menghiasi masa kecil ku dengan kartun hebat kalian... :’)
[1]
http://internasional.kompas.com//biografi-william-hanna
[2]
Barbera, Joseph (1994). My Life in
“Toons” melalui Turner Publishing.
[3]
Gifford, Denis (2011). “William Hanna
masterpiece Tom and Jerry and The Flintstone”. Melalui The Guardian.
[4]
Hanna, William and Ito, Tom (1990) “Playing Plays Friend”. New York: Da Capo
Press. Hal. 81-83
[5] Wikipedia/HannaBarbera
[6] Ibid.,



Tidak ada komentar:
Posting Komentar