Cari Blog Ini

Senin, 23 Maret 2020

William Hanna, Sang Animator yang Telah Mengisi Masa Kecilmu




William Hanna
William Hanna

     Menyebut animator, tentunya tidak lepas dari salah satu maestro terbesar sepanjang masa ini,
ya dia adalah William Demby Hanna lahir di Melrose, New Mexico pada 14 Juli 1910 dan meninggal pada 22 Maret 2001. Seorang animator, produser, sekaligus pengisi suara ini berjasa di dunia kartun pertelevisian yang telah menghibur jutaan orang yang hingga sampai saat ini karyanya masih disiarkan di televisi seluruh dunia.

  • Awal Karir
     William Hanna menikahi Violet Blanc Wogantze, pernikahan mereka berlangsung selama 64 hingga kematian sang istri pada 2014. Hanna merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara, keluarganya sering berpindah-pindah karena mengikuti pekerjaan sang ayah, sebelum akhirnya menetap di Watts, California tahun 1919. Saat kuliah, Hanna memang sudah tertarik dengan dunia seni, jurnalistik dan teknik struktur di Universitas di Kota Compton. Namun kuliahnya terpaksa terhenti karena adanya krisis ekonomi besar yang melanda dunia pada 1930-an. Sejak saat itu, Hanna keluar masuk perusahan-perusahaan bidang kontruksi termasuk di Pasific Title and Art Leon Schlesinger perusahan yang bergerak di bidang kesenian khususnya dalam lembaran teks untuk film. Dari situ dia terus mengembangkan bakatnya dan membawanya bergabung dengan sebuah studio animasi, Harman dan Ising[1] yang juga mitra dari Leon Schlesinger.
             
     Pada tahun 1933, Harman-Ising memutus hubungan dengan Schlesinger dan bergabung dengan perusahaan raksasa Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) yang turut serta membawa Hanna. Pada tahun 1936, Hanna mengerjakan proyek pertamanya yang mengahasil serial To Spring, bagian dari seri Harman-Ising, Happy Memories. Setahun kemudian kerjasama MGM dengan Harman-Ising berakhir dan memtuskan untuk membuat label produksi sendiri,[2] namun tidak untuk Hanna. Hanna bertahan di bawah naungan MGM dan membuka divisi baru, yakni divisi animasi dibawah pimpinan Fred Quimby sebagai produser.

     Di MGM, Hanna bertemu dengan Joseph Barbera, sosok rekan kerja yang menurutnya juga berbakat menulis alur cerita lucu dan menggambar karakter animasi. Tak butuh waktu lama, chemistry terjadi diantaranya. Pada tahun 1939 Hanna dan Barbera membuat proposal kepada sang produser Fred Quimby untuk serangkaian kartun dua karakter kucing dan tikus yang menghasilkan film Puss Get the Boot yang kemudian akan masuk nominasi Academy Awards.


  • Tom and Jerry: Kartun andalan Metro-Goldwyn-Mayer

     Awalnya Fred Quimby tidak menginginkan karakter kucing dan tikus yang sudah terlalu banyak di beredar, tapi setelah melihat kesuksesan film tersebut membuat Fred menyetujui proyek pengembangan cerita tentang karakter kucing dan tikus, yakni membuat karakter Jerry si tikus kecil yang terus mengalahkan musuh, Tom si kucing.[3] Hanna mengatakan perlu adanya sedikit konflik, yakni saat karakter Tom dan Jerry saling kejar-kejaran yang akhirnya tercipta kartun trademark MGM, yakni Tom and Jerry.

     Kesuksesan kartun Tom and Jerry menjadi proyek eklusif selama lebih dari 17 tahun, meski pada masa itu telah banyak kartun yang mengisahkan tentang kucing dan tikus. Selama masa itu dibuat hingga 114 kartun episode pendek Tom and Jerry, beberapa di antaranya bahkan memenangkan penghargaan Academy Award. Tidak ada seri animasi teatrikal lainnya yang mampu memenangkan 7 penghargaan Academy Award. 
 

  • Studio Hanna-Barbera Terbentuk

             
Logo Studio Hanna-Barbera Production
     Pada tahun 1955, Fred Quimby selaku produser pensiun dan diganti oleh Hanna dan Barbera di divisi animasi. Seiring dengan munculnya industri pertelevisian yang begitu pesat, industri studio animasi mengalami penurunan. Dan itu dirasakan oleh MGM pada kartun terbaiknya. MGM mensiasatinya dengan merilis kembali kartun lama yang dinilai jauh lebih menguntungkan ditengah dominasi pertelevisian daripada memproduksi episode baru, namun hal itu tidak bertahan lama. Puncaknya, pada tahun 1957 MGM menutup divisi animasi dan memberhentikan seluruh pekerjanya yang berada di divisi itu termasuk Hanna dan Barbera itu sendiri.

     Namun Hanna dan Barbera tidak patah arang, mereka memulai ulang kembali. Saat tahun-tahun terakhirnya di MGM, mereka telah mengembangkan konsep untuk program TV animasi yakni persahabatan seekor kucing dan anjing yang diberi judul The Ruff and Reddy Show yang belum sempat diluncur MGM. Namun, serial itu tak langsung menaikkan mereka lagi, mereka butuh keyakinan dari studio lain untuk mendukung usaha mereka. Setelah berulang kali gagal, barulah mantan rekan kerja mereka di MGM, George Sidney yang juga sutradara menawarkan diri untuk bermitra bisnis dengan mereka dan meyakinkan Screen Gems, anak perusahaan dari Columbia Pictures untuk membuat kesepakatan kerja. Columbia Pictures pun membeli kepemilikan 18% di perusahaan baru Hanna dan Barbera, Hannah Barbera Production. Perusahaan ini resmi dibuka pada 7 Juli 1957, dua bulan setelah studio animasi MGM ditutup. [4]

     Acara TV pertama mereka The Ruff and Reddy Show akhirnya resmi ditayangkan pada Desember 1957 dan diikuti kartun selanjutnya yakin The Flintstone (1960) yang menceritakan sebuah keluarga di era prasejarah, lengkap dengan kehidupan di dalam rumah. Kartun ini berhasil menyedot penonton di semua usia, dengan ciri khas dari kartun ini, yakni teriakan ‘yabba dabba doo’ telah menarik hati penontonnya dan terbawa ke kehidupan sehari-hari. Kartun tersebut mendorong studio Hanna-Barbera Productions ke puncak TV animasi.[5]

     Pada akhir 1960-an, Hanna-Barbera Production menjadi studio animasi tersukses dalam bisnis ini. Studio itu memproduksi lebih dari 3.000 episode sepanjang 30 menit dan 150 serial TV. Diantaranya lebih dari 100 serial kartun yang mereka produksi, antara lain: Jonny Quest, Top Cat, Scooby-Doo dan The Smurfs. Studio Hanna-Barbera Production merupakan contoh kunci pengembangan produksi film animasi yang dapat bertahan di era pertelevisian, serta tanpa memakan banyak biaya dalam proses pembuatannya dengan memperbanyak dialog karakter daripada gerakan.
     Pada tahun 1966, Hanna-Barbera Production dijual ke Taft Broadcasting. Hanna dan Barbera tetap menjadi kepala perusahaan sampai tahun 1991. Setelah itu dijual kembali kepada Turner Broadcasting System, mitra kerja dari Time Warner, pemilik Warner Brothers yang kemudian mengubahnya menjadi Cartoon Network pada 1996. William Hanna dan Joseph Barbeda terus memberi saran dan masukan kepada perusahaan lama mereka dan terus mengembangkan serial terbaru, termasuk serial The Cartoon Cartoon Show dan meluncurkan serial TV untuk judul sebelumnya, yakni The Flintstone (1994) dan Scooby-Doo (2002). [6]


  • Persahabatannya dengan Joseph Barbera


Joseph Barbara dan William Hanna
     Sebagian besar serial kartun karya William Hanna dan Joseph Barbera memiliki dua karakter yang diangkat, mulai dari Tom and Jerry, Yogi Bear dan Boo Boo, Fred Flintstone dan Barney Rubley, Ruff and Ready hingga Scooby and Shaggy yang menandakan jika ini merupakan cerminan persahabatan dua karakter maestro animator legendaris serta rekan bisnis yang terjalin erat lebih dari 50 tahun. William Hanna cenderung tertutup, sementara Joseph Barbera senang bersosialisasi dengan aktor Hollywood lainnya.

     William Hanna dan Joseph Barbera merupakan salah satu animator hebat sepanjang masa dan tersukses yang mampu beradaptasi di layar bioskop yang dibawa ke dunia televisi. William Hanna dan Joseph Barbera memiliki dampak abadi pada dunia animasi, yang sampai saat ini karya mereka akan selalu terus muncul di dunia pertelevisian, termasuk juga buku, mainan dan lainnya. Selama 1960-an acara TV mereka telah memiliki lebih dari 300 juta penonton di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam 20 bahasa.

Terimakasih William Hanna dan Joseph Barbera yang telah menghiasi masa kecil ku dengan kartun hebat kalian... :’)






[1] http://internasional.kompas.com//biografi-william-hanna
[2] Barbera, Joseph (1994). My Life in “Toons” melalui Turner Publishing.
[3] Gifford, Denis (2011). “William Hanna masterpiece Tom and Jerry and The Flintstone”.  Melalui The Guardian.
[4] Hanna, William and Ito, Tom (1990) “Playing Plays Friend”. New York: Da Capo Press. Hal. 81-83
[5] Wikipedia/HannaBarbera
[6] Ibid.,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar