![]() |
| von Goethe |
Johan
Wolfgang von Goethe lahir di Frankfrut, 28 Agustus 1749 adalah seorang novelis,
sastrawan, dan filsuf Jerman. Goethe adalah salah satu dari tokoh terpenting
dalam dunia sastra Jerman dan Neoklasisme dan Romantisme Eropa pada akhir abad
ke- 18.
Ia adalah pengarang terkenal artikel Faust (1808) yang diangkat
jadi teatrikal berisi tentang sisi hati manusia yang
selalu mengalami kekosongan materil, akan selalu ada hal yang menjerat hati tersebut
sehingga ia ingin hal yang lebih, melebihi batasan dalam dirinya. Faust, adalah
seseorang yang haus akan ilmu pengetahuan, sehingga ia bersekutu dengan
Mephistopheles, seorang Iblis guna mendapatkan ilmu pengetahuan yang tak
terbatas. Sebagai imbalan, Faust akan melayani selama-selamanya di neraka
kelak.[1]
Selain itu, karya-karya Goethe,
menjadi sumber inspirasi serta pengaruh daripada ilmuwan lainnya, seeprti dalam
Farbenlehre (Teori
Warna), yakni pandangan tentang sifat warna melalui pengalaman yang dirasakan
manusia itu sendiri. Goethe mempunyai prinsip polaritas dengan warna, ia sering
bersebrangan dengan Newton tentang pembiasan cahaya pada prisma.[2] Dan inspirasi bagi Darwin tentang penemuan terpisahnya terhadap tulang-tulang
raham prakmasilia manusia (1784) yang seharusnya hanya ditemukan di kerangka
hewan.
Di usia 16
tahun, Goethe mulai berkuliah di Jurusan Hukum Universitas Leipzig,
namun lebih banyak menghabiskan waktu untuk melukis dan menulis sastra. Tahun
1768, Goethe kembali ke Frankfurt karena
menderita sakit. Pada tahun 1770, Goethe kembali mempelajari hukum di
kota Strassburg dan
lulus dengan gelar Doctor Litentatius Juris. Ketika Goethe berkuliah
di Strassburg,
dia bertemu dengan Johann Gottfried Herder, seorang
teologi, filsuf, dan kritikus seni terkenal pada masa itu. Herder
membuat Goethe menjadi prbadi yang terbuka pada keberagaman dunia
sastra, berbagai genre, dan sastra semua bangsa. Goethoe dan Herder juga
dikenal sebagai penggerak utama aliran Sturm und Drang (Badai
dan Desakan) meskipun mereka akhirnya beralih ke Klasikisme Weimar.
- Karir Politik
Pada tahun 1775, Goethe pindah
ke Weimar setelah mendapat tawaran untuk bekerja pejabat dari Carl August,
seorang bangsawan yang berkuasa di Weimar Saschen-Eisenach. Dari kesibukannya
ia sembari menulis puisi dan mempelajari ilmu alam dan meneliti anatomi
manusia. Selain itu dia juga menjadi pemimpin dan sutradara teater
Kehertogan, Inspektur Lembaga Kesenian dan Ilmu Pengetahuan di Weimar dan kota Universitas
Jena. Tahun 1794 ia bertemu dengan Friedrich
Schiller sekaligus menjadi temannya. Mereka merupakan puncak zaman klasik
Jerman yang disebut Klasikisme Weimar.
![]() |
| Monumen von Goethe dan Schiller di Weimar, Jerman. (pixabay.com) |
Pada usia 66 tahun, Ia
pensiun
sebagai pemimpin Teater Kehertogan, kemudian dia hidup bersama putranya dan
dirawat oleh menantunya. Pada masa tuanya, Goethe masih sempat menulis otobiografi dirinya, Dichtung
und Wahrheit (Fiksi dan Kebenaran), West-Östlicher
Diwan (Diwan Barat-Timur). Pada tahun 1822, Goethe mengalami serangan
jantung dan selama satu tahun sakit-sakitan hingga Goethe meninggal
dunia di Weimar pada 22 Maret 1832.
- Klasikisme Weimar
Klasikime
Weimar adalah gerakan sastra dan budaya di Kota Weimar, Jerman yang membentuk
humanisme baru dari sintesis ide-ide Romantisme, Klasikisme dan Zaman
Pencerahan. Gerakan ini melibatkan intelektual seperti Johann Herder,
Christopher Wieland, von Goethe dan Friedrich Shciller; dan kemudian
terkonsentrasi pada Goethe dan Schiller selama periode 1788-1805.
Menyusul gejolak bathin Goethe dan
jalan pikiran Schiller yang mirip dengannya. Schiller menjadi penulis drama
liar, kekerasan yang didorong oleh emosi. Bahkan saat Schiller yang terus
menerus mengkritik karya Goethe. Hingga dirubah kembali menjadi klasik oleh
Schiller pada 1780-an. Klasikisme Weimar disini dapat dilihat sebagai upaya
untuk berdalam dengan pemikiran yang jernih. Hal ini terlihat pada 1794 menjadi
sekutu dalam sebuah proyek untuk menetapkan standar baru untuk karya sastra dan
seni di Jerman.[3]
Dalam hal ini, Goethe berkomentar:
“Gagasan tentang perbedaan antara puisi klasik dan romantik yang sekarang tersebar di seluruh dunia, dan menyebabkan begitu banyak pertengkaran dan perpecahan, datang dari Schiller dan saya sendiri....” [4]
- Romantisme Evolusi Modern
Telah banyak warisan intelektual
yang ditinggalkan Goethe tentang bagaimana romantisme mamainkan peran penting
dalam pengembangan teori evolusi modern khususnya dalam hal Romantisme Jerman.
Romantisme sendiri merupakan gerakan intelektual yang muncul pada akhir abad
ke-18. Gerakan itu berakar pada seni, sastra dan sains. Sebagian besar dipahami
sebagai reaksi ekstrem dari zaman Pencerahan. Romantisme memperjuangan emosi
melalui estetika dan menekankan daya tarik dari dunia alami.
Di
zaman ini Rasio menjadi dewa
tertinggi dari kultus intelektual baru; tetapi ia bukan lagi akal masa lalu. Ia
adalah akal baru, sepenuhnya percaya diri, yakin dengan otonominya, dan yakin
bahwa ia telah menemukan kunci untuk menyingkap misteri semesta alam yang
tersembunyi. Dengan optimisme macam itu, para pemikir di zaman ini
dengan gigih dan tajam mengkritik segala bentuk intuisi religius lama beserta
takhayul-takhayul. Maksudnya adalah untuk membebaskan kehidupan manusia dari
segala bentuk ketergantungan karena ketidaktahuan. Ketidaktahuan ini menurut
zaman itu, tidak disebabkan oleh ketidakmampuan manusia, melainkan karena
manusia tidak memakai rasionya semaksimal mungkin.[5]
Semboyan ‘Sapere
aude!’ (Berani berpikir sendiri!) memuat suatu keyakinan bahwa rasio itu
juga menjelaskan bahwa kemampuan manusiawi yang sentral. Semboyan itu juga
menjelaskan bahwa kemampuan itu baru menjadi actual kalau dikaitkan dengan
keberanian. Kaitannya dengan kemajuan (pencerahan) jelas bahwa untuk upaya
kebahagiaan di dunia, sebab kebahagiaan harus tampil dalam bentuk kemajuan
material dan tentu dengan semangat keberanian.
Hal ini terlihat dalam pemikiran
Goethe yang luar biasa. Pada 1790 Goethe menulis tentang. Kemudian, Carl
Gegenberg dan Ernst Haeckel menggunakan variasi fenotip yang pertama kali
dijelaskan Goethe dalam teks-teksnya tentang morfologi untuk menggambarkan
homologi antara bagian-bagian dari organisme yang berbeda. Sebagai seorang
Romantisme, Goethe dan juga Schelling yang tidak dapat dipisahkan membuka
jalan bagi pemahaman evolusi yang berpusat pada alam.[6]
[1]
Wikipedia.org/Goethe’s_Faust
[2] Goethe, Johann
(October, 1995)
[3]
Wikipedia.org/Weimar_Classicism
[4] Johann, Wolfgang von Goethe. (1823-1832). “Conversation with Eckerman”.
[5] F. Budi Hardiman. Pemikiran-pemikiran yang Membentuk Dunia Modern. (Jakarta:Erlangga,
2011)hal. 83
[6] Richard, Rober (2013) “Dampak
Romantisme Jerman pada Biologi di Abad ke-19. (PDF)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar