Cari Blog Ini

Senin, 23 Maret 2020

Johan Wolfgang von Goethe, Sumbangsih Pemikiran Terhadap Evolusi Modern


von Goethe

     Johan Wolfgang von Goethe lahir di Frankfrut, 28 Agustus 1749 adalah seorang novelis, sastrawan, dan filsuf Jerman. Goethe adalah salah satu dari tokoh terpenting dalam dunia sastra Jerman dan Neoklasisme dan Romantisme Eropa pada akhir abad ke- 18.

     Ia adalah pengarang terkenal artikel Faust (1808) yang diangkat jadi teatrikal berisi tentang sisi hati manusia yang selalu mengalami kekosongan materil, akan selalu ada hal yang menjerat hati tersebut sehingga ia ingin hal yang lebih, melebihi batasan dalam dirinya. Faust, adalah seseorang yang haus akan ilmu pengetahuan, sehingga ia bersekutu dengan Mephistopheles, seorang Iblis guna mendapatkan ilmu pengetahuan yang tak terbatas. Sebagai imbalan, Faust akan melayani selama-selamanya di neraka kelak.[1]

     Selain itu, karya-karya Goethe, menjadi sumber inspirasi serta pengaruh daripada ilmuwan lainnya, seeprti dalam Farbenlehre (Teori Warna), yakni pandangan tentang sifat warna melalui pengalaman yang dirasakan manusia itu sendiri. Goethe mempunyai prinsip polaritas dengan warna, ia sering bersebrangan dengan Newton tentang pembiasan cahaya pada prisma.[2] Dan inspirasi bagi Darwin tentang penemuan terpisahnya terhadap tulang-tulang raham prakmasilia manusia (1784) yang seharusnya hanya ditemukan di kerangka hewan.

     Di usia 16 tahun, Goethe mulai berkuliah di Jurusan Hukum Universitas Leipzig, namun lebih banyak menghabiskan waktu untuk melukis dan menulis sastra. Tahun 1768, Goethe kembali ke Frankfurt karena menderita sakit. Pada tahun 1770, Goethe kembali mempelajari hukum di kota Strassburg dan lulus dengan gelar Doctor Litentatius Juris. Ketika Goethe berkuliah di Strassburg, dia bertemu dengan Johann Gottfried Herder, seorang teologi, filsuf, dan kritikus seni terkenal pada masa itu. Herder membuat Goethe menjadi prbadi yang terbuka pada keberagaman dunia sastra, berbagai genre, dan sastra semua bangsa. Goethoe dan Herder juga dikenal sebagai penggerak utama aliran Sturm und Drang (Badai dan Desakan) meskipun mereka akhirnya beralih ke Klasikisme Weimar.
  • Karir Politik

     Pada tahun 1775, Goethe pindah ke Weimar setelah mendapat tawaran untuk bekerja pejabat dari Carl August, seorang bangsawan yang berkuasa di Weimar Saschen-Eisenach. Dari kesibukannya ia sembari menulis puisi dan mempelajari ilmu alam dan meneliti anatomi manusia. Selain itu dia juga menjadi pemimpin dan sutradara teater Kehertogan, Inspektur Lembaga Kesenian dan Ilmu Pengetahuan di Weimar dan kota Universitas Jena. Tahun 1794 ia bertemu dengan Friedrich Schiller sekaligus menjadi temannya. Mereka merupakan puncak zaman klasik Jerman yang disebut Klasikisme Weimar.

Monumen von Goethe dan Schiller di Weimar, Jerman. (pixabay.com)

     Pada usia 66 tahun, Ia pensiun sebagai pemimpin Teater Kehertogan, kemudian dia hidup bersama putranya dan dirawat oleh menantunya. Pada masa tuanya, Goethe masih sempat menulis otobiografi dirinya, Dichtung und Wahrheit (Fiksi dan Kebenaran), West-Östlicher Diwan (Diwan Barat-Timur). Pada tahun 1822, Goethe mengalami serangan jantung dan selama satu tahun sakit-sakitan hingga Goethe meninggal dunia di Weimar  pada 22 Maret 1832.
  • Klasikisme Weimar

     Klasikime Weimar adalah gerakan sastra dan budaya di Kota Weimar, Jerman yang membentuk humanisme baru dari sintesis ide-ide Romantisme, Klasikisme dan Zaman Pencerahan. Gerakan ini melibatkan intelektual seperti Johann Herder, Christopher Wieland, von Goethe dan Friedrich Shciller; dan kemudian terkonsentrasi pada Goethe dan Schiller selama periode 1788-1805.

     Menyusul gejolak bathin Goethe dan jalan pikiran Schiller yang mirip dengannya. Schiller menjadi penulis drama liar, kekerasan yang didorong oleh emosi. Bahkan saat Schiller yang terus menerus mengkritik karya Goethe. Hingga dirubah kembali menjadi klasik oleh Schiller pada 1780-an. Klasikisme Weimar disini dapat dilihat sebagai upaya untuk berdalam dengan pemikiran yang jernih. Hal ini terlihat pada 1794 menjadi sekutu dalam sebuah proyek untuk menetapkan standar baru untuk karya sastra dan seni di Jerman.[3]

     Dalam hal ini, Goethe berkomentar: 
“Gagasan tentang perbedaan antara puisi klasik dan romantik yang sekarang tersebar di seluruh dunia, dan menyebabkan begitu banyak pertengkaran dan perpecahan, datang dari Schiller dan saya sendiri....” [4]
  • Romantisme Evolusi Modern

            Telah banyak warisan intelektual yang ditinggalkan Goethe tentang bagaimana romantisme mamainkan peran penting dalam pengembangan teori evolusi modern khususnya dalam hal Romantisme Jerman. Romantisme sendiri merupakan gerakan intelektual yang muncul pada akhir abad ke-18. Gerakan itu berakar pada seni, sastra dan sains. Sebagian besar dipahami sebagai reaksi ekstrem dari zaman Pencerahan. Romantisme memperjuangan emosi melalui estetika dan menekankan daya tarik dari dunia alami.

     Di zaman ini Rasio menjadi dewa tertinggi dari kultus intelektual baru; tetapi ia bukan lagi akal masa lalu. Ia adalah akal baru, sepenuhnya percaya diri, yakin dengan otonominya, dan yakin bahwa ia telah menemukan kunci untuk menyingkap misteri semesta alam yang tersembunyi. Dengan optimisme macam itu, para pemikir di zaman ini dengan gigih dan tajam mengkritik segala bentuk intuisi religius lama beserta takhayul-takhayul. Maksudnya adalah untuk membebaskan kehidupan manusia dari segala bentuk ketergantungan karena ketidaktahuan. Ketidaktahuan ini menurut zaman itu, tidak disebabkan oleh ketidakmampuan manusia, melainkan karena manusia tidak memakai rasionya semaksimal mungkin.[5]

     Semboyan ‘Sapere aude!’ (Berani berpikir sendiri!) memuat suatu keyakinan bahwa rasio itu juga menjelaskan bahwa kemampuan manusiawi yang sentral. Semboyan itu juga menjelaskan bahwa kemampuan itu baru menjadi actual kalau dikaitkan dengan keberanian. Kaitannya dengan kemajuan (pencerahan) jelas bahwa untuk upaya kebahagiaan di dunia, sebab kebahagiaan harus tampil dalam bentuk kemajuan material dan tentu dengan semangat keberanian.

     Hal ini terlihat dalam pemikiran Goethe yang luar biasa. Pada 1790 Goethe menulis tentang. Kemudian, Carl Gegenberg dan Ernst Haeckel menggunakan variasi fenotip yang pertama kali dijelaskan Goethe dalam teks-teksnya tentang morfologi untuk menggambarkan homologi antara bagian-bagian dari organisme yang berbeda. Sebagai seorang Romantisme, Goethe dan juga Schelling yang tidak dapat dipisahkan membuka jalan bagi pemahaman evolusi yang berpusat pada alam.[6]









[1] Wikipedia.org/Goethe’s_Faust
[2] Goethe, Johann (October, 1995)
[3] Wikipedia.org/Weimar_Classicism
[4] Johann, Wolfgang von Goethe. (1823-1832). “Conversation with Eckerman”.  
[5] F. Budi Hardiman. Pemikiran-pemikiran yang Membentuk Dunia Modern. (Jakarta:Erlangga, 2011)hal. 83
[6] Richard, Rober (2013) “Dampak Romantisme Jerman pada Biologi di Abad ke-19. (PDF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar