Cari Blog Ini

Selasa, 31 Maret 2020

Blondes Bombshell: Yang Blonde, Yang Paling Menarik




   Pembahasan tentang RAS/Gen cenderung menuai pro dan kontra, namun bila membahas tentang objek ini justru sangat menarik. Ya, objek yang dibahas adalah Blonde atau rambut pirang. Dominan gen blonde berasal dari benua biru, dengan mata biru, hidung mancung menjadikan generasi manusia ini menjadi simbol manusia sempurna.

   Blonde (Indonesia;Pirang) merupakan warna rambut emas kekuning-kuningan, kondisi rambut tidak bewarna hitam ini akibat kekurangan pigmen Eumelanin dan tingkat Phenomelanin yang tinggi. Dominan rambut pirang diwariskan secara familial/generasi; namun tidak selamanya begitu karena rambut pirang juga dapat tercipta secara alami. Rambut Pirang memiliki ciri bergelombang di ujung rambut jika rambut terurai, dapat juga dibentuk menjadi bergelombang di pangkal kepala. Blonde juga memiliki banyak jenis, mulai dari Platinum Blonde, Curly Blonde, Mushroom Blonde dan Straight Blonde.[1]

   Blonde pada abad 20 melalui industri film Hollywood, muncul ke permukaan dan menjadi daya tarik dunia. Blonde pada masa itu dominan memiliki ciri-ciri bergelombang di pangkal kepala, Dalam industri film Hollywood, penampilan menjadi daya tarik utama seseorang dapat menggiring para penikmatnya, tentu dibarengi dengan akting yang mumpuni. Blonde salah satunya; Blonde menjadi ikon teratas dalam pementasan masa keemasaan industri Hollywood (1930-1960an). Pada tahun 1933 sebuah film Platinum Blonde (1931) yang dibintangi oleh Jean Harlow menjadi awal fenomena blonde di industri film. Jean Harlow juga yang pertama kali mempopulerkan tren alami blonde (The Origin of Blonde)

Munculnya Istilah Blonde Bombshell
   Blonde Bombshell awalnya merupakan penggalan dari istilah lain, yakni Bombshell; yang dipakai orang-orang Amerika untuk menyebut wanita flamboyan (tanpa memandang warna rambut) yang atraktif dan menarik dimulai pada tahun 1860.[2] Namun istilah itu bergeser dan melekat pada wanita berambut pirang sejak rilisnya film Platinum Blonde tersebut.

Jean Harlow
   Gaya hidup Harlow dipandang tidak bermoral oleh masyarakat konservatif pada saat itu. Dia menggunakan gaya glamournya sebagai cara berontak terhadap norma-norma sosial yang dikenakan pada wanita. Salah satu hal yang paling dikritiknya dalah kenyataan bahwa dia tidak menggunakan pakaian dalam; hal itu menjadikan dirinya sebagai simbol seks pertama.[3] Dengan ikon Jean Harlow yang begitu sensual, lebih jauh lagi istilah ini menjadi cikal bakal ‘bomb sex’ atau ikon seks wanita popular untuk merujuk pada wanita berambut pirang seksi yang menarik perhatian. Terkesan negatif; dikatakan demikan karena mereka menjadi daya tarik dan konsumsi mata banyak orang, khususnya pria.

   Eksisnya rambut pirang semakin dipertegas tatkala bintang-bintang Hollywood lain muncul ke permukaan, seperti Marilyn Monroe, Jane Russell, Mae West, Jayne Mansfield, Lana Turner, Ginger Roger, Dorothy Stratten dan masih banyak lagi; yang juga memiliki karakter sensualitas yang tinggi. Sensualitas yang tinggi inilah menjadi pujaan pria serta dicontoh oleh wanita lain untuk menirunya dalam dunia modern. Mungkin diantara diatas, Marilyn Monroe yang paling dikenal.

   Sensualitas wanita-wanita berambut pirang seperti Marilyn Monroe sukses melekat pada dirinya sampai saat ini, warisan ikonik blonde Jean Harlow ada di gengamannya dan bahkan melampaui Harlow, dialah yang membawa kejayaan rambut pirang di dunia. Harlow merupakan inpirasi baginya. Marilyn adalah duplikat dari Jean Harlow, selain rambutnya juga memiliki gaya kehidupan yang sama serta memiliki umur yang pendek, namun kehidupan Marilyn ‘sedikit’ lebih beruntung daripada Harlow.
            Sejalan dengan itu, aura blonde terus mengalir, dengan semakin banyaknya aktris atau publik figur berambut pirang lain, Anna Nicole Smith, Farah Fawcett, Pamela Anderson, dan aktris-aktris sekarang seperti: Cameroon Diaz, Naomi Watts, Gwen Stefani, Madonna dan yang lainnya.

Blonde Bombshell dalam Gentlemen Prefer Blonde
   Istilah Blonde Bombshell telah mencuri perhatian, rentetan dari hal itu muncul juga tercipta istilah Gentlemen Prefer Blondes (Pria lebih tertarik dengan rambut pirang), yang memiliki makna bahwa wanita berambut pirang berhasil menarik perhatian kaum pria, meyakinkan bahwa mereka pantas untuk dimiliki dan menjadi rebutan. Gentlemen Prefer Blonde sendiri merupakan judul film yang diperankan Marilyn Monroe dan Jane Russell. Istilah itu muncul setelah film dirilis, dimana secara sadar dan tidak sadar, produk Blonde menjadi penggiring opini bahwa mereka menjadi wanita unggulan, bahwa mereka pantas dimiliki; untuk itu pria-pria diluar sana pasti bakal lebih tertarik dengan mereka dari pada wanita lain (objek;wanita dengan jenis rambut lain).

Marilyn Monroe
   Sensualitas Blonde memang sangat kuat, pria mana yang tidak tertarik dengan wanita Blonde. Karena pria membayangkan hal itu dengan ikon Blonde itu sendiri, yakni Marilyn Monre. Bahkan presiden pertama Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap aktris-aktris Hollywood khususnya Blonde. Diketahui bahwa Ir. Soekarno pernah bertemu dengan dua ikon blonde saat itu, yakin Marilyn Monroe dan Jayne Mansfield pada tahun 1956.[4] Soekarno juga terlihat usil dan centil saat bertemu dengan mereka.


 
Blonde-blonde yang Berakhir Tragis
   Dominan, efek dari sensualitas yang dibawakan wanita berambut pirang pada abad 20 mengarah ke negatif. Karena mereka mengekplorasi tubuh mereka menjadi konsumsi publik. Mereka dicap sebagai wanita murahan dan mereka menjadi depresi. Seperti pelopor rambut pirang itu sendiri, Jean Harlow. Lalu Marilyn; dia adalah wanita rapuh, dia mengeluarkan semua kemampuan agar karirnya di dunia film lebih baik, tidak hanya mengumbar tubuh. Tapi stigma negatif terus menyerang dirinya lalu pelariannya ke obat penenang, miris memang.

   Entah kenapa deretan aktris-aktris Blonde Bombshell ini justru mengalami kehidupan yang tragis. Dominan dari mereka mengalami kematian yang tidak wajar. Mulai dari Harlow, Monroe sendiri, Jayne Mansfield yang meninggal akibat kecelakaan; mantan bintang majalah Playboy, Dorothy Stratten yang dibunuh mantan kekasihnya; juga kematian tragis Anna Nicole Smith.


Ya, itulah kehidupan Hollywood.


Informasi sedikit, saya masih akan membahas masa keemasan Hollywood.


[1] wanita22.com
[2] todayifoundout.com
[3] oleh Santiago Lovo dalam Culturcolectiva.com (30 Agustus 2019)
[4] m.merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar