![]() |
| Elizabeth Taylor |
Elizabeth 'Liz' Taylor satu dari
ribuan aktris papan atas yang telah malang melintang menghiasi panggung
Hollywood. Ia telah memenangkan dua kali
penghargaan Academy Award sebagai Aktris Terbaik. Kehidupan Liz Taylor memiliki
kesempurnaan di dalam dirinya, selain cantik, bermata ungu, berbakat, dia juga
sudah terbiasa hidup mewah dengan mengkoleksi banyak perhiasaan.
Kesempurnaan di dalam dirinya itu
turut serta memberikan cerita lebih, terutama masalah percintaan. Liz Taylor
merupakan aktris yang suka bergonta-ganti pasangan; tercatat ia sudah 8 kali
nikah dan 7 kali bercerai, hanya Michael Todd yang tidak diceraikan, karena ia
ditinggal mati Todd dalam insiden kecelakaan pesawat pada tahun 1958. Saat
bersama Richard Burton, ia sempat nikah dan cerai dua kali
- Sebagai Aktris Terbaik
Aktris dengan nama lahir Dame
Elizabeth Rosemond Taylor, DBE; lahir
di Hampstead, London 27 Februari 1932. Taylor lahir dan menghabiskan masa kecilnya di London karena Ayahnya,
Francis Lenn Taylor adalah art dealer asal Kansas yang
pernah ditugaskan untuk bekerja disana. Sementara Ibunya, Sara Viola Warmbrodt,
adalah pemain teater di New York. Usai Perang Dunia II, keluarga mereka diminta
kembali menetap di AS.
Dari sang ibu-lah
yang senantiasa memacu Taylor untuk belajar akting. Pada usia 12 ia membintangi
film pertamanya, There’s One Born Every Minute (1942). Setelah itu Taylor mendapat banyak
tawaran main film. Namanya terkenal dan karirnya memuncak setelah ia
membintangi film National Velvet (1999); film ini kemudian meraih
untung besar lebih dari 4 juta Dolar.[1]
Kemahiran dalam
memainkan peran saat masih kecil mampu menghadapi transisi peran tanpa
batas, yang artinya mampu memainkan ke peran yang lebih dewasa, itulah mengapa karirnya tumbuh hingga enam dekade. Ini
terlihat saat usia 18 tahun ia beradu akting dengan Spencer Tracy di Film Fate
of The Bride (1950).
![]() | ||||||
| Elizabeth Taylor dalam film Cleopatra |
- Kehidupan Asmara Liz Taylor yang Liar
Tak berlebihan
jika saya katakan liar. Selain perannya yang tidak habis untuk dibahas, sisi
lain yang terkenal ialah tentang percintaannya. Elizabeth Taylor menikah 8x
dengan 7 lelaki berbeda, mereka adalah Nick Hilton, Michael Wilding, Mike Todd,
Eddie Fisher, Richard Burton, John Warner Jr, dan Larry Fortensky. Latar
belakang suaminya beragam, mulai pengusaha, politisi, smpai pekerja konstruksi.
Dimulai dari
Nick Hilton yang berlangsung apada 6 Mei 1950. Nick Hilton adalah putra seorang
jutawan pemilik hotel, Conrad Hilton. Pernikahan ini hanya berselang setahun. Elizabeth
Taylor bertemu dengan suami kedua, Wilding dan menikah pada tahun 1952; mereka
dikaruniai 2 orang anak yakni Michael Howard dan Chris Edward. Elizabeth Taylor
bercerai dengan Wilding pada 1956, sebelum resmi bercerai, Liz Taylor
sudah berkenalan dengan suami ketiganya Michael Todd.
Michael Todd
adalah produser film, mereka menikah pada 1957 dan dikaruniai seorang putri. Selama pernikahan mereka, Liz Taylor dan Todd bekerja untuk
mempromosikan film yang berjudul ‘Around the World in 80 Days'.
Pada 1958, Todd
akan menghadiri malam penghargaan sebagai ‘Showman of The Year Award' di New
York Friar’s Club. Namun dalam penerbangan, pesawat jet Lockheed Lodestar
miliknya jatuh karena kegagalan pada mesin. Todd meninggal di usia 26 tahun;
Todd adalah pria satu-satunya yang tidak diceraikan Liz Taylor dalam hidupnya.
Ada cerita
dari tragedi ini, istrinya Liz Taylor yang seharusnya ikut pergi justru selamat
dari tragedi itu. Liz Taylor yang saat itu merasakan sakit pada tenggorokannya,
batal untuk ikut berangkat.[2]
Liz Taylor seperti memiliki intuisi tajam akan terjadinya sesuatu; pernah saat ia dan
suamnyai Richard Burton memilih untuk membatalkan penerbangan komersil yang sudah dipesan saat
di Roma, yang akhirnya pesawat itu jatuh.
Setelah
kematian Todd, Liz Taylor lalu berhubungan dengan Eddie Fisher yang saat itu
masih berstatus suami Debbie Reynolds. Eddie adalah teman dekat Todd, begitu juga dengan Debbie
adalah teman dekat Liz Taylor. Liz dan Eddie
terlihat sangat dekat, hubungan ini pun menjadi skandal terbesar di Hollywood.
Pada akhirnya Liz Taylor dapat merebut Eddie dan menikah 1957.
Skandal Percintaan Elizabeth Taylor terus menghiasi dunia internasional. Pernikahannya
mengalami masa suram saat Liz memulai proyek film Cleopatra. Pernikahan
mereka akhirnya hancur pada 1962 saat Liz jatuh cinta dengan lawan mainnya Richard
Burton, yang masih memilik istri, Sybil Burton begitu juga Liz yang masih
berstatus isti Eddie. Akhirnya mereka menikah pada
tahun 1964.
Pernikahan
dengan Burton adalah kisah perjalanan terpanjang dalam hidup Liz Taylor. Mereka
saling dimabuk cinta bagaikan dunia milik mereka.
“Kami saling jatuh cinta sejak pertemuan pertama di Roma. Rasanya waktu tidak pernah cukup. Richard itu penuh perhatian dan kasing sayang”, ucap Liz Taylor.
Begitu juga dengan Burton, ia telah memberi segalanya kepada Liz
Taylor
“You must know, of course, how much I love you. You must know, of course, how badly I treat you”, ucap Richard Barton.
Kata-kata itu
ia lontarkan pada 1973 kepada Liz Taylor saat proses syuting film Cleopatra di
kota Roma. Mereka bersenang-senang di Roma, dengan diiringi Paparazzi yang
terus menyoroti mereka kemana pergi. Saat mereka mengunjungi gerai Bvlgari, toko
perhiasan mewah; Liz Taylor yang penggila perhiasan lantas dimanjakan dengan
berbagai rangkaian perhiasan prestisius. Burton lantas memberikan cincin yang
didesain khusus untuk Liz Taylor.
Selain itu,
Burton telah banyak memberikan perhiasan, antara lain perhiasan yang kelak
dijuluki The Elizabeth Taylor Diamond—cincin berlian 33 karat senilai 305.00
dolar AS di New York pada tahun 1968. Burton juga memberikan La Peregrria,
kalung yang sempat jadi kado pernikahan Mary Tudor of England dari sang suami,
Pangeran Philip II. Kalung itu didapat dari balai lelang Sothbey’s. Ada pula
Taj Mahal Diamond yang diberikan sebagai kado ulang tahun Liz Taylor ke-40 tahun.[3] Burton merasa
bangga karena bisa memenuhi hasrat hidup mewah Taylor, Burton mengatakan bahwa
Liz Taylor bisa menghabiskan uang 1.000 dolar dalam semenit.
Elizabeth
Taylor sudah terbiasa hidup mewah sejak kecil, semua keinginan Liz Taylor bakal
terpenuhi dengan mudah. Tak ayal, apabila pasangan-pasangannya wajib memanjakan
dirinya. Begitu juga yang dirasakan Burton, ia terbawa gaya hidup mewah Liz
Taylor. Mereka memiliki rumah mewah di berbagai negara, terbiasa menyewa satu
lantai hotel, membeli mobil mewah dan perhiasan.[4]
Namun pernikahan mereka diwarnai dengan obat-obatan terlarang; pernikahan
mereka akhirnya kandas, sempat merajut kembali namun sia-sia dan berpisah pada
1974.
Percintaan
keduanya banyak dinilai sebagai awal kemerosotan karir Burton. Hal ini
disampaikan oleh kritikus film Barry Norman. Richard Burton terbius dengan gaya
hidup mewah Liz Taylor. Selain itu, uang yang datang pun sangat mudah, sehingga
membuat Burton sangat nyaman dan merasa bangga. Itu yang membuat aktingnya
memudar, ucap Barry di dari Daily Mail.
Tahun-tahun
pernikahan berikutnya tampak seperti pernikahan-pernikahan sebelumnya. Dia
menikah dengan John Warner pada 1976 yang seorang politisi dan pernikahan
terakhir dengan Larry Fortensky pada 1991.
- Sisa Kehidupan
Akhir-akhir
dari perjalanan hidupnya mengalami pasang surut. Dia juga turut kecanduan alkohol
dan membuat keluarganya memasukkan dirinya ke rehabilitasi Betty Ford. Setelah selesai
dengan hiruk-pikuk pernikahannya, Liz Taylor terus melakukan sesuatu, ia mulai
memusatkan perhatian pada filantropi. Ia juga mendirikan Elizabeth Taylor
HIV/AIDS Foundation guna mendukung serta mendanai penelitian di dunia
kesehatan, khususnya penyakit HIV/AIDS. Dari situ, ia mendapat berbagai macam
penghargaan; pada tahun 1993, ia mendapat Life Achievment Award dari American
Film Institute, dan pada tahun 2000 mendapat medali pengharagaan Kesatria/Dame
Commander (DBE) dari kerajaan Inggris.[5]
Taylor mulai
mengalami banyak masalah kesehatan sepanjang 1990-an akibat gaya hidupnya
ketika muda, dari diabetes, tumor otak hingga gagal jantung kongestif. Serta
menjalani operasi jantung pada tahun 2009. Liz Taylor juga bersahabat dekat
degan The King of Pop, Michael Jackson; saat mengetahui Jacko meninggal pada
2009 silam, Liz Taylor shock dan mengalami penurunan kondisi. Ini terlihat pada
tahun 2011, dia kembali mengalami masalah jantung. Liz akhirnya meningal pada 23
Maret 2011 dan dimakamkan di Forest
Lawn Memorial Park, Glendale.
Elizabeth
Taylor adalah aktris besar, bakat, kecantikan dan seluruh cerita kehidupannya
banyak diperbincangkan dunia Internasional. Ia masuk daftar 100 Artis Hollywood’s Golden Era dan salah satu ikon
raksasa dari industri Hollywood. Dedikasinya untuk dunia sosial setelah masa
pensiun dari dunia seni peran pun diacungi jempol. Liz Taylor juga meninggalkan
banyak warisan perhiasan, menurut juru bicara keluarga barang-barang yang
meliputi perhiasan, pakaian-pakaian, koleksi seni akan dilelang. Seperti
dilansir Reuters (10/04/2011).
Putranya,
Michael Wilding mengatakan,
“Ibu saya adalah seorang wanita luar biasa yang menjalani kehdiupan sepenuhnya, dengan penuh semangat, humor dan cinta... Kami akan selalu terinspirasi dengan kontribusinya untuk dunia”
- Opini Penulis
Sekilas
saat muda, Liz taylor ini mirip dengan Ratu Horor Indonesia Suzzanna, kan???
sependapat gk? yg sependapat boleh komen (kalau anda gk gengsian, hehehe).
Jika di Indonesia punya Suzzana, maka Hollywood punya Elizabeth Taylor.
Liz
Taylor adalah satu satu artis favorit ku, di juga artis Hollywod pertama yang
kuangkat jd sebuah tulisan perjalanan hidupnya. Elizabeth Taylor adalah simbol kecantikan wanita di dunia. Cleopatra dari Ujung
Barat. Simbol kesmpurnaan wanita. Jika tidak berlebihan, dia adalah Ratu
Hollywood,
Elizabeth Taylor adalah Hollywood dan
Hollywood adalah Elizabeth Taylor.
Tepat hari ini 9 tahun yang lalu, dedikasinya untuk dunia telah
berakhir,,,
Selamat jalan Liz... :')
Selamat jalan Liz... :')




Tidak ada komentar:
Posting Komentar