Cari Blog Ini

Selasa, 24 Maret 2020

Cleopatra Abad 20: Elizabeth Taylor



Elizabeth Taylor
     Elizabeth 'Liz' Taylor satu dari ribuan aktris papan atas yang telah malang melintang menghiasi panggung Hollywood.  Ia telah memenangkan dua kali penghargaan Academy Award sebagai Aktris Terbaik. Kehidupan Liz Taylor memiliki kesempurnaan di dalam dirinya, selain cantik, bermata ungu, berbakat, dia juga sudah terbiasa hidup mewah dengan mengkoleksi banyak perhiasaan.

     Kesempurnaan di dalam dirinya itu turut serta memberikan cerita lebih, terutama masalah percintaan. Liz Taylor merupakan aktris yang suka bergonta-ganti pasangan; tercatat ia sudah 8 kali nikah dan 7 kali bercerai, hanya Michael Todd yang tidak diceraikan, karena ia ditinggal mati Todd dalam insiden kecelakaan pesawat pada tahun 1958. Saat bersama Richard Burton, ia sempat nikah dan cerai dua kali
  • Sebagai Aktris Terbaik
   Aktris dengan nama lahir Dame Elizabeth Rosemond TaylorDBE; lahir di HampsteadLondon 27 Februari 1932. Taylor lahir dan menghabiskan masa kecilnya di London karena Ayahnya, Francis Lenn Taylor adalah art dealer asal Kansas yang pernah ditugaskan untuk bekerja disana. Sementara Ibunya, Sara Viola Warmbrodt, adalah pemain teater di New York. Usai Perang Dunia II, keluarga mereka diminta kembali menetap di AS. 

     Dari sang ibu-lah yang senantiasa memacu Taylor untuk belajar akting. Pada usia 12 ia membintangi film pertamanya, There’s One Born Every Minute (1942). Setelah itu Taylor mendapat banyak tawaran main film. Namanya terkenal dan karirnya memuncak setelah ia membintangi film National Velvet (1999); film ini kemudian meraih untung besar lebih dari 4 juta Dolar.[1]
 
     Kemahiran dalam memainkan peran saat masih kecil mampu menghadapi transisi peran tanpa batas, yang artinya mampu memainkan ke peran yang lebih dewasa, itulah mengapa karirnya tumbuh hingga enam dekade. Ini terlihat saat usia 18 tahun ia beradu akting dengan Spencer Tracy di Film Fate of The Bride (1950).

Elizabeth Taylor dalam film Cleopatra





     Sepanjang hidup, perempuan ini membintangi sekitar 50 film. Dua film yang membuatnya mendapat Academy Awards adalah Butterfield 8 (1960) dan Who’s Afraid of Virginia Woolf? (1996). Ia tidak memainkan peran hanya dengan bermodal kecantikan, tapi pintar dalam pengambilan karakter yang penuh emosi. Satu film yang membuatnya jadi selebritis tak terlupakan adalah saat berperan di film Cleopatra (1963) garapan sutradara Joseph Mankiewicz. Film ini juga membuat Taylor jadi selebritas pertama dengan honor jutaan dolar. Dari situ ia mulai kisah percintaannya yang begitu ramai diperbincangkan di seluruh dunia

  • Kehidupan Asmara Liz Taylor yang Liar
       Tak berlebihan jika saya katakan liar. Selain perannya yang tidak habis untuk dibahas, sisi lain yang terkenal ialah tentang percintaannya. Elizabeth Taylor menikah 8x dengan 7 lelaki berbeda, mereka adalah Nick Hilton, Michael Wilding, Mike Todd, Eddie Fisher, Richard Burton, John Warner Jr, dan Larry Fortensky. Latar belakang suaminya beragam, mulai pengusaha, politisi, smpai pekerja konstruksi.

       Dimulai dari Nick Hilton yang berlangsung apada 6 Mei 1950. Nick Hilton adalah putra seorang jutawan pemilik hotel, Conrad Hilton. Pernikahan ini hanya berselang setahun. Elizabeth Taylor bertemu dengan suami kedua, Wilding dan menikah pada tahun 1952; mereka dikaruniai 2 orang anak yakni Michael Howard dan Chris Edward. Elizabeth Taylor bercerai dengan Wilding pada 1956, sebelum resmi bercerai, Liz Taylor sudah berkenalan dengan suami ketiganya Michael Todd.
       
     Michael Todd adalah produser film, mereka menikah pada 1957 dan dikaruniai seorang putri. Selama pernikahan mereka, Liz Taylor dan Todd bekerja untuk mempromosikan film yang berjudul ‘Around the World in 80 Days'.
    
      Pada 1958, Todd akan menghadiri malam penghargaan sebagai ‘Showman of The Year Award' di New York Friar’s Club. Namun dalam penerbangan, pesawat jet Lockheed Lodestar miliknya jatuh karena kegagalan pada mesin. Todd meninggal di usia 26 tahun; Todd adalah pria satu-satunya yang tidak diceraikan Liz Taylor dalam hidupnya.
             
       Ada cerita dari tragedi ini, istrinya Liz Taylor yang seharusnya ikut pergi justru selamat dari tragedi itu. Liz Taylor yang saat itu merasakan sakit pada tenggorokannya, batal untuk ikut berangkat.[2] Liz Taylor seperti memiliki intuisi tajam akan terjadinya sesuatu; pernah saat ia dan suamnyai Richard Burton memilih untuk membatalkan penerbangan komersil yang sudah dipesan saat di Roma, yang akhirnya pesawat itu jatuh.
          
      Setelah kematian Todd, Liz Taylor lalu berhubungan dengan Eddie Fisher yang saat itu masih berstatus suami Debbie Reynolds. Eddie adalah teman dekat Todd, begitu juga dengan Debbie adalah teman dekat Liz Taylor. Liz dan Eddie terlihat sangat dekat, hubungan ini pun menjadi skandal terbesar di Hollywood. Pada akhirnya Liz Taylor dapat merebut Eddie dan menikah 1957.
     
    Skandal Percintaan Elizabeth Taylor terus menghiasi dunia internasional. Pernikahannya mengalami masa suram saat Liz memulai proyek film Cleopatra. Pernikahan mereka akhirnya hancur pada 1962 saat Liz jatuh cinta dengan lawan mainnya Richard Burton, yang masih memilik istri, Sybil Burton begitu juga Liz yang masih berstatus isti Eddie. Akhirnya mereka menikah pada tahun 1964.
        
      Pernikahan dengan Burton adalah kisah perjalanan terpanjang dalam hidup Liz Taylor. Mereka saling dimabuk cinta bagaikan dunia milik mereka.
“Kami saling jatuh cinta sejak pertemuan pertama di Roma. Rasanya waktu tidak pernah cukup. Richard itu penuh perhatian dan kasing sayang”, ucap Liz Taylor.
Begitu juga dengan Burton, ia telah memberi segalanya kepada Liz Taylor

“You must know, of course, how much I love you. You must know, of course, how badly I treat you”, ucap Richard Barton.
     Kata-kata itu ia lontarkan pada 1973 kepada Liz Taylor saat proses syuting film Cleopatra di kota Roma. Mereka bersenang-senang di Roma, dengan diiringi Paparazzi yang terus menyoroti mereka kemana pergi. Saat mereka mengunjungi gerai Bvlgari, toko perhiasan mewah; Liz Taylor yang penggila perhiasan lantas dimanjakan dengan berbagai rangkaian perhiasan prestisius. Burton lantas memberikan cincin yang didesain khusus untuk Liz Taylor.
 

Elizabeth Taylor dan Richard Burton
     Selain itu, Burton telah banyak memberikan perhiasan, antara lain perhiasan yang kelak dijuluki The Elizabeth Taylor Diamond—cincin berlian 33 karat senilai 305.00 dolar AS di New York pada tahun 1968. Burton juga memberikan La Peregrria, kalung yang sempat jadi kado pernikahan Mary Tudor of England dari sang suami, Pangeran Philip II. Kalung itu didapat dari balai lelang Sothbey’s. Ada pula Taj Mahal Diamond yang diberikan sebagai kado ulang tahun Liz Taylor ke-40 tahun.[3] Burton merasa bangga karena bisa memenuhi hasrat hidup mewah Taylor, Burton mengatakan bahwa Liz Taylor bisa menghabiskan uang 1.000 dolar dalam semenit.

     Elizabeth Taylor sudah terbiasa hidup mewah sejak kecil, semua keinginan Liz Taylor bakal terpenuhi dengan mudah. Tak ayal, apabila pasangan-pasangannya wajib memanjakan dirinya. Begitu juga yang dirasakan Burton, ia terbawa gaya hidup mewah Liz Taylor. Mereka memiliki rumah mewah di berbagai negara, terbiasa menyewa satu lantai hotel, membeli mobil mewah dan perhiasan.[4] Namun pernikahan mereka diwarnai dengan obat-obatan terlarang; pernikahan mereka akhirnya kandas, sempat merajut kembali namun sia-sia dan berpisah pada 1974. 
       
     Percintaan keduanya banyak dinilai sebagai awal kemerosotan karir Burton. Hal ini disampaikan oleh kritikus film Barry Norman. Richard Burton terbius dengan gaya hidup mewah Liz Taylor. Selain itu, uang yang datang pun sangat mudah, sehingga membuat Burton sangat nyaman dan merasa bangga. Itu yang membuat aktingnya memudar, ucap Barry di dari Daily Mail.
  
     Tahun-tahun pernikahan berikutnya tampak seperti pernikahan-pernikahan sebelumnya. Dia menikah dengan John Warner pada 1976 yang seorang politisi dan pernikahan terakhir dengan Larry Fortensky pada 1991.
  • Sisa Kehidupan
     Akhir-akhir dari perjalanan hidupnya mengalami pasang surut. Dia juga turut kecanduan alkohol dan membuat keluarganya memasukkan dirinya ke rehabilitasi Betty Ford. Setelah selesai dengan hiruk-pikuk pernikahannya, Liz Taylor terus melakukan sesuatu, ia mulai memusatkan perhatian pada filantropi. Ia juga mendirikan Elizabeth Taylor HIV/AIDS Foundation guna mendukung serta mendanai penelitian di dunia kesehatan, khususnya penyakit HIV/AIDS. Dari situ, ia mendapat berbagai macam penghargaan; pada tahun 1993, ia mendapat Life Achievment Award dari American Film Institute, dan pada tahun 2000 mendapat medali pengharagaan Kesatria/Dame Commander (DBE) dari kerajaan Inggris.[5]
             
     Taylor mulai mengalami banyak masalah kesehatan sepanjang 1990-an akibat gaya hidupnya ketika muda, dari diabetes, tumor otak hingga gagal jantung kongestif. Serta menjalani operasi jantung pada tahun 2009. Liz Taylor juga bersahabat dekat degan The King of Pop, Michael Jackson; saat mengetahui Jacko meninggal pada 2009 silam, Liz Taylor shock dan mengalami penurunan kondisi. Ini terlihat pada tahun 2011, dia kembali mengalami masalah jantung. Liz akhirnya meningal pada 23 Maret 2011 dan dimakamkan di Forest Lawn Memorial Park, Glendale.
     
     Elizabeth Taylor adalah aktris besar, bakat, kecantikan dan seluruh cerita kehidupannya banyak diperbincangkan dunia Internasional. Ia masuk daftar 100 Artis Hollywood’s Golden Era dan salah satu ikon raksasa dari industri Hollywood. Dedikasinya untuk dunia sosial setelah masa pensiun dari dunia seni peran pun diacungi jempol. Liz Taylor juga meninggalkan banyak warisan perhiasan, menurut juru bicara keluarga barang-barang yang meliputi perhiasan, pakaian-pakaian, koleksi seni akan dilelang. Seperti dilansir Reuters (10/04/2011).
      
      Putranya, Michael Wilding mengatakan,
“Ibu saya adalah seorang wanita luar biasa yang menjalani kehdiupan sepenuhnya, dengan penuh semangat, humor dan cinta... Kami akan selalu terinspirasi dengan kontribusinya untuk dunia”


  • Opini Penulis
      Sekilas saat muda, Liz taylor ini mirip dengan Ratu Horor Indonesia Suzzanna, kan??? sependapat gk? yg sependapat boleh komen (kalau anda gk gengsian, hehehe).
Jika di Indonesia punya Suzzana, maka Hollywood punya Elizabeth Taylor.

      Liz Taylor adalah satu satu artis favorit ku, di juga artis Hollywod pertama yang kuangkat jd sebuah tulisan perjalanan hidupnya. Elizabeth Taylor adalah simbol kecantikan wanita di dunia. Cleopatra dari Ujung Barat. Simbol kesmpurnaan wanita. Jika tidak berlebihan, dia adalah Ratu Hollywood,

Elizabeth Taylor adalah Hollywood dan Hollywood adalah Elizabeth Taylor.

Tepat hari ini 9 tahun yang lalu, dedikasinya untuk dunia telah berakhir,,,
 Selamat jalan Liz... :')



[1] Elizabeth Taylor/biography

[2] Instagram/Elizabeth Taylor

[3] Elizabeth Taylor: a Private Life For Public Consumption (2016)

[4] Mel Gussow dalam orbituary Taylor di New York Times.


[5] Biography.com/ElizabethTaylor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar