![]() |
| Jimmy Hoffa |
Sembari
memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day. Sejarah May Day erat kaitannya
dengan rentetan peristiwa-peristiwa yang berlatar belakang pekerja untuk
menuntut hak-haknya. Pengetatan disiplin dan pengintensifan kondisi kerja di
tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja. Peristiwa
perlawan yang paling terkenal terjadi di Amerika Serikat saat peristiwa
Haymarket meletus pada 1 Mei 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat
mengadakan demonstrasi besar-besaran, mereka menuntut pengurangan jam kerja menjadi
8 jam sehari. Mereka melakukan pawai selama 4 hari beruntun, hingga petugas
keamanan menembaki mereka. Hingga pada Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang
diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa itu sebagai Hari Buruh Sedunia.
Berkaitan
dengan buruh dan pekerja, saya ingin membahas tokoh sekaligus bos pergerakan
massa pekerja kelas kakap di Amerika Serikat tahun 1950-an, yakni Jimmy Hoffa.
James Riddle Hoffa lahir pada tahun 1913 di Brazil, Indiana.
saat ayahnya meninggal ketika usianya 7 tahun ia sudah hidup dengan kenyataan
yang keras,. Ia pun putus sekolah saat 14 tahun dan menjadi pekerja lepas. Ia
merasakan kegetiran terhadap kondisi kerja dan hak-hak karyawan; banyak belajar
dari hal yang dia rasakan itu, pada 1932 Hoffa sudah mengorganisir pekerja
untuk melakukan pemogokan saat bekerja di Detroit. Dia banyak melibatkan
serikat pekerja sedari dini yang mengantarkannya menjadi terkenal. Sepanjang
itu ia terus melibatkan diri di serikat-serikat pekerja.
![]() |
| IBT logo |
Adalah
Jimmy Hoffa yang pada akhirnya mampu membesarkan nama International Brotherhood
of Teamsters (IBT) sebagai organisasi internasional beranggotakan para buruh
dan pekerja dengan jumlah 420.000 orang; organisasi itu langsung menjadi
perserikatan paling berpengaruh di Amerika Serikat pada 1950an, serta
menjadikan Hoffa sebagai salah satu pria paling kuat di AS. International
Brotherhood of Teamsters (IBT) adalah serikat buruh di AS dan Kanada yang
dibentuk tahun 1930 oleh penggabungan beberapa serikat buruh lain yang mewakili
beragam keanggotaan pekerja kerah biru dan professional di sektor publik dan
swasta. [1]
Hoffa Bermain
Api
IBT
terkenal dengan sejarah korupsi dan keterlibatannya dengan mafia yang panjang,
dijuluki ‘Pakta Setan’ oleh para sejarawan buruh. Di bawah kekuasaan Hoffa, ia
beberapa kali diselidiki terkait hubungan dengan mafia. Diawali dengan
terbuktinya Presiden IBT Dave Beck melakukan penggelapan penghasilan para
pekerja sebesar $ 1.900 dan pajak penghasilan. Ia pun dijebbloskan oleh Komite
McClellan dan dipenjara selama 30 bulan [2].
Hoffa pun naik menjadi Presiden IBT.
Tercium
kebusukan itu dimulai saat mereka menciptakan Dana Pensiun Negara-Negara Pusat
yang terkenal dengan ‘bank massa’. Semua
berkaitan dengan dana ‘segar’ pensiun yang dimiliki serikat tersebut. IBT
dengan keanggotaan mereka meroket di bawah kepemimpinan Hoffa, memiliki
rekening bank besar yang menarik minat para mafia. Dana pensiun IBT menjadi
bagian penting dari ekosistem mafia, memasok aliran uang untuk pembangunan
kasino di Las Vegas dan membantu mencurangi pemilihan politik yang akan
menjadikan pro serikat pekerja yang berkuasa.
Komite McClellan mulai melakukan investigasi
terhadap Hoffa dengan tuduhan seperti Presiden sebelumnya, saat itu Komite
McClellan dipegang oleh dinasti politik John F. Kennedy, Robert Kennedy sebagai
jaksa yang menangangi kasus tersebut—sekaligus memulai pertikaian antara IBT dengan
dinasti Kennedy yang berlangsung sepanjang masa jabatan kepemimpinan Hoffa.
Di
bawah pemerintahan Hoffa tahun 1964 berhasil membuat perjanjian kontrak pengangkutan
barang besar-besaran untuk pengemudi truk yang berasal dari anggotanya (Master
Freight Contract). Saat itu, hampir sepertiga orang AS adalah anggota serikat
pekerja. Namun di tahun itu juga, Robert Kennedy selaku jaksa berhasil
membuktikan Hoffa yang korupsi dan penyalahgunaan uang perserikatan [3].
Robert beranggapan bahwa Hoffa menggunakan uang perserikatan untuk melunasi
hutang organisasi mafia di sana.
Dalam
sidang, kuasa hukum Hoffa berhasil membujuk dewan juri untuk mengatakan Hoffa
tidak bersalah. Keputusan itu berujung kontroversial dari banyak pihak,
termasuk presiden AFL-CIO saat itu George Meany yang mendepak IBT dari asosiasi
buruh. Atas protes dari banyak pihak memaksa pihak berwenang kembali
menginvestigasinya[4]. Selama tujuh tahun
penyelidikan dan berakhir di persidangan Chicago, Hoffa dinyatakan terbukti
bersalah atas kasus baru yakni penyuapan juri yang membebaskannya saat itu,
ditambah dengan kasus lama; alhasil Hoffa dihukum 13 tahun penjara tahun 1967.
Lima
tahun kemudian (1971), Hoffa bebas bersyarat yang diberikan oleh Presiden
Richard Nixon dengan dilarang terlibat dalam kegiatan serikat apapun sampai
tahun 1980. Kebijakan itu dinilai sebagai balas budi Nixon terhadap IBT yang
tetap netral dalam pemilu 1960 antara dirinya dengan John Kennedy[5]. Namun tampaknya Hoffa melanggar bebas bersyarat itu secara luas makin melakukan
aksi untuk kembali merebut kembali serikat kepemimpinanya. Usaha untuk
membangun kembali kekuatannya di serikat IBT tampaknya harus dibayar mahal.
Pada
1975 Hoffa menghilang saat berupaya melakukan upaya hukum untuk mendapatkan
kembali posisinya, keberadaannya terakhir diketahui di rumahnya di Detroit,
tempat ia dilaporkan pergi untuk mengadakan pertemuan di restoran dengan gerombolan
massa dan dua orang yang diduga mafia, Anthony Provenzano dan Anthony Giacalone[6]. Hoffa
tidak pernah kembali dan dinyatakan meninggal 7 tahun kemudian. Meski
kematiannya menjadi misteri, banyak yang percaya adalah serangan dari gerombolan
massa yang berhubungan dengan pertemuan itu. Juga data file FBI yang menyeret
nama tangan kanan Hoffa, Frank Sheeran; namun tetap saja kasus nya tidak
terungkap.
Kehidupan Berbahaya
Jimmy Hoffa
Hoffa
merintis karir aktivisnya dari bawah, ia memiliki jiwa perjuangan yang gigih
sebagai balasan atas apa yang pernah dia rasakan sendiri. Ia berontak untuk
memperjuangkan hak-hak buruh dan sedikit demi sedikit hasilnya muncul.
Namun
saat berada dalam puncak karir, Hoffa berurusan dengan masalah, bersentuhan
dengan mafia yang menjadi partner untuk memuluskan kepentingan-kepentingan dari
dua pihak tersebut. Mafia digunakan Hoffa sebagai alat propaganda sekaligus untuk
semakin memuluskan ruang gerak pro-pekerja dan mendominasi di setiap sendiri
kehidupan. Sementara mafia, dapat saya contohkan berupa boikot, retas, penyadapan
dan tindakan curang lain, mereka meminta imbalan uang untuk membiayai kasino di
Las Vegas, dan yang pasti tidak hanya itu.
IBT
pun dijangkiti para mafia, urat nadi IBT juga telah dipenuhi. Walau tidak
begitu terasa, tapi para mafia menginginkan sesuatu, yakni dana pensiun organisasi
tersebut. Dana segar pensiun sebagai bahan rebutan. Tatkala Hoffa dan Dave
dijebloskan ke penjara karena penyelewenagan uang organisasi. Tingkah menyimpang
saat memimpin tentu merupakan rentetan dari langkah yang diambilnya. IBT juga
menjadi banyak target utama dari dinasti kekuasaan kelaurga Kennedy.
Saat
Hoffa keluar, dirinya merasa masih memiliki tanggung jawab terhadap IBT, ia pun
berambisi untuk kembali merebut kekuasaan yang pernah dimilikinya, walau itu melanggar
persyaratan bebas bersyaratnya. NAMUN tampaknya AMBISIUS itu kurang tepat,,,
saat ia keluar tentunya suasana sudah berubah, tonggak kekuasaan IBT serta roda
tujuan organisasi pun telah berbubah. Ini yang KIRANYA harus ditunjukkan kepada
Hoffa agar ‘tersadar’ bahwa dia sudah tidak dibutuhkan lagi bagi organisasinya
MELALUI oknum di dalamnya.
Proses
‘penyingkiran’ Hoffa tentu tidak heran, ia menjalani hidup dalam kebahayaan,
sebagai pemimpin buruh terbesar, juga mempunyai teman-teman berbahaya yang
mengakibatkan posisinya amat sangat terancam. Saat semua tidak terasa berjalan
bersama, tentunya akan saling terjadi clash,
jika itu berada dalam puncak akan mengakibatkan saling menjatuhkan. Itulah yang
kiranya dialami Hoffa saat berambisi merebut posisinya, namun sayang
keberadaannya untuk kembali tidak diinginkan, yang dinginkan keberadaannya
hilang untuk selama-lamanya.
[1] esquire.com/JimmyHoffa
[2] nytimes.com/1993/12/28/obituaries/dave-beck-99-teamsters-chief-convicted-of-corruption-is-death.html
[3] USA Today ‘Who’s Jimmy Hoffa?’ 19 Juni 2013
[4] merdeka.com/JamesRiddleHoffa (31
Juli 2019)
[5] Kohimier, Louis ‘ Apa yang akan Nixon lakukan dengan Hoffa?’
Chicago Tribun 12 Februari 1973 (terjemahan)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar