Cari Blog Ini

Jumat, 01 Mei 2020

Jimmy Hoffa: Murni Perjuangan atau Lahan Penghianatan??



Jimmy Hoffa

   Sembari memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day. Sejarah May Day erat kaitannya dengan rentetan peristiwa-peristiwa yang berlatar belakang pekerja untuk menuntut hak-haknya. Pengetatan disiplin dan pengintensifan kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja. Peristiwa perlawan yang paling terkenal terjadi di Amerika Serikat saat peristiwa Haymarket meletus pada 1 Mei 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran,  mereka menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam sehari. Mereka melakukan pawai selama 4 hari beruntun, hingga petugas keamanan menembaki mereka. Hingga pada Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa itu sebagai Hari Buruh Sedunia.
            Berkaitan dengan buruh dan pekerja, saya ingin membahas tokoh sekaligus bos pergerakan massa pekerja kelas kakap di Amerika Serikat tahun 1950-an, yakni Jimmy Hoffa.

            James Riddle Hoffa lahir pada tahun 1913 di Brazil, Indiana. saat ayahnya meninggal ketika usianya 7 tahun ia sudah hidup dengan kenyataan yang keras,. Ia pun putus sekolah saat 14 tahun dan menjadi pekerja lepas. Ia merasakan kegetiran terhadap kondisi kerja dan hak-hak karyawan; banyak belajar dari hal yang dia rasakan itu, pada 1932 Hoffa sudah mengorganisir pekerja untuk melakukan pemogokan saat bekerja di Detroit. Dia banyak melibatkan serikat pekerja sedari dini yang mengantarkannya menjadi terkenal. Sepanjang itu ia terus melibatkan diri di serikat-serikat pekerja.

IBT logo
   Adalah Jimmy Hoffa yang pada akhirnya mampu membesarkan nama International Brotherhood of Teamsters (IBT) sebagai organisasi internasional beranggotakan para buruh dan pekerja dengan jumlah 420.000 orang; organisasi itu langsung menjadi perserikatan paling berpengaruh di Amerika Serikat pada 1950an, serta menjadikan Hoffa sebagai salah satu pria paling kuat di AS. International Brotherhood of Teamsters (IBT) adalah serikat buruh di AS dan Kanada yang dibentuk tahun 1930 oleh penggabungan beberapa serikat buruh lain yang mewakili beragam keanggotaan pekerja kerah biru dan professional di sektor publik dan swasta. [1]

Hoffa Bermain Api
            IBT terkenal dengan sejarah korupsi dan keterlibatannya dengan mafia yang panjang, dijuluki ‘Pakta Setan’ oleh para sejarawan buruh. Di bawah kekuasaan Hoffa, ia beberapa kali diselidiki terkait hubungan dengan mafia. Diawali dengan terbuktinya Presiden IBT Dave Beck melakukan penggelapan penghasilan para pekerja sebesar $ 1.900 dan pajak penghasilan. Ia pun dijebbloskan oleh Komite McClellan dan dipenjara selama 30 bulan [2]. Hoffa pun naik menjadi Presiden IBT.

   Tercium kebusukan itu dimulai saat mereka menciptakan Dana Pensiun Negara-Negara Pusat yang terkenal dengan ‘bank massa’.  Semua berkaitan dengan dana ‘segar’ pensiun yang dimiliki serikat tersebut. IBT dengan keanggotaan mereka meroket di bawah kepemimpinan Hoffa, memiliki rekening bank besar yang menarik minat para mafia. Dana pensiun IBT menjadi bagian penting dari ekosistem mafia, memasok aliran uang untuk pembangunan kasino di Las Vegas dan membantu mencurangi pemilihan politik yang akan menjadikan pro serikat pekerja yang berkuasa.
Komite McClellan mulai melakukan investigasi terhadap Hoffa dengan tuduhan seperti Presiden sebelumnya, saat itu Komite McClellan dipegang oleh dinasti politik John F. Kennedy, Robert Kennedy sebagai jaksa yang menangangi kasus tersebut—sekaligus memulai pertikaian antara IBT dengan dinasti Kennedy yang berlangsung sepanjang masa jabatan kepemimpinan Hoffa.

   Di bawah pemerintahan Hoffa tahun 1964 berhasil membuat perjanjian kontrak pengangkutan barang besar-besaran untuk pengemudi truk yang berasal dari anggotanya (Master Freight Contract). Saat itu, hampir sepertiga orang AS adalah anggota serikat pekerja. Namun di tahun itu juga, Robert Kennedy selaku jaksa berhasil membuktikan Hoffa yang korupsi dan penyalahgunaan uang perserikatan [3]. Robert beranggapan bahwa Hoffa menggunakan uang perserikatan untuk melunasi hutang organisasi mafia di sana.
   Dalam sidang, kuasa hukum Hoffa berhasil membujuk dewan juri untuk mengatakan Hoffa tidak bersalah. Keputusan itu berujung kontroversial dari banyak pihak, termasuk presiden AFL-CIO saat itu George Meany yang mendepak IBT dari asosiasi buruh. Atas protes dari banyak pihak memaksa pihak berwenang kembali menginvestigasinya[4]. Selama tujuh tahun penyelidikan dan berakhir di persidangan Chicago, Hoffa dinyatakan terbukti bersalah atas kasus baru yakni penyuapan juri yang membebaskannya saat itu, ditambah dengan kasus lama; alhasil Hoffa dihukum 13 tahun penjara tahun 1967.

   Lima tahun kemudian (1971), Hoffa bebas bersyarat yang diberikan oleh Presiden Richard Nixon dengan dilarang terlibat dalam kegiatan serikat apapun sampai tahun 1980. Kebijakan itu dinilai sebagai balas budi Nixon terhadap IBT yang tetap netral dalam pemilu 1960 antara dirinya dengan John Kennedy[5]. Namun tampaknya Hoffa melanggar bebas bersyarat itu secara luas makin melakukan aksi untuk kembali merebut kembali serikat kepemimpinanya. Usaha untuk membangun kembali kekuatannya di serikat IBT tampaknya harus dibayar mahal.

   Pada 1975 Hoffa menghilang saat berupaya melakukan upaya hukum untuk mendapatkan kembali posisinya, keberadaannya terakhir diketahui di rumahnya di Detroit, tempat ia dilaporkan pergi untuk mengadakan pertemuan di restoran dengan gerombolan massa dan dua orang yang diduga mafia, Anthony Provenzano dan Anthony Giacalone[6]. Hoffa tidak pernah kembali dan dinyatakan meninggal 7 tahun kemudian. Meski kematiannya menjadi misteri, banyak yang percaya adalah serangan dari gerombolan massa yang berhubungan dengan pertemuan itu. Juga data file FBI yang menyeret nama tangan kanan Hoffa, Frank Sheeran; namun tetap saja kasus nya tidak terungkap. 

Kehidupan Berbahaya Jimmy Hoffa
            Hoffa merintis karir aktivisnya dari bawah, ia memiliki jiwa perjuangan yang gigih sebagai balasan atas apa yang pernah dia rasakan sendiri. Ia berontak untuk memperjuangkan hak-hak buruh dan sedikit demi sedikit hasilnya muncul.
   Namun saat berada dalam puncak karir, Hoffa berurusan dengan masalah, bersentuhan dengan mafia yang menjadi partner untuk memuluskan kepentingan-kepentingan dari dua pihak tersebut. Mafia digunakan Hoffa sebagai alat propaganda sekaligus untuk semakin memuluskan ruang gerak pro-pekerja dan mendominasi di setiap sendiri kehidupan. Sementara mafia, dapat saya contohkan berupa boikot, retas, penyadapan dan tindakan curang lain, mereka meminta imbalan uang untuk membiayai kasino di Las Vegas, dan yang pasti tidak hanya itu.

   IBT pun dijangkiti para mafia, urat nadi IBT juga telah dipenuhi. Walau tidak begitu terasa, tapi para mafia menginginkan sesuatu, yakni dana pensiun organisasi tersebut. Dana segar pensiun sebagai bahan rebutan. Tatkala Hoffa dan Dave dijebloskan ke penjara karena penyelewenagan uang organisasi. Tingkah menyimpang saat memimpin tentu merupakan rentetan dari langkah yang diambilnya. IBT juga menjadi banyak target utama dari dinasti kekuasaan kelaurga Kennedy.

   Saat Hoffa keluar, dirinya merasa masih memiliki tanggung jawab terhadap IBT, ia pun berambisi untuk kembali merebut kekuasaan yang pernah dimilikinya, walau itu melanggar persyaratan bebas bersyaratnya. NAMUN tampaknya AMBISIUS itu kurang tepat,,, saat ia keluar tentunya suasana sudah berubah, tonggak kekuasaan IBT serta roda tujuan organisasi pun telah berbubah. Ini yang KIRANYA harus ditunjukkan kepada Hoffa agar ‘tersadar’ bahwa dia sudah tidak dibutuhkan lagi bagi organisasinya MELALUI oknum di dalamnya. 

   Proses ‘penyingkiran’ Hoffa tentu tidak heran, ia menjalani hidup dalam kebahayaan, sebagai pemimpin buruh terbesar, juga mempunyai teman-teman berbahaya yang mengakibatkan posisinya amat sangat terancam. Saat semua tidak terasa berjalan bersama, tentunya akan saling terjadi clash, jika itu berada dalam puncak akan mengakibatkan saling menjatuhkan. Itulah yang kiranya dialami Hoffa saat berambisi merebut posisinya, namun sayang keberadaannya untuk kembali tidak diinginkan, yang dinginkan keberadaannya hilang untuk selama-lamanya.


[1] esquire.com/JimmyHoffa

[2] nytimes.com/1993/12/28/obituaries/dave-beck-99-teamsters-chief-convicted-of-corruption-is-death.html

[3] USA Today ‘Who’s Jimmy Hoffa?’ 19 Juni 2013

[4] merdeka.com/JamesRiddleHoffa (31 Juli 2019)

[5] Kohimier, Louis ‘ Apa yang akan Nixon lakukan dengan Hoffa?’ Chicago Tribun 12 Februari 1973 (terjemahan)


[6] esquire.com/JimmyHoffa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar