Anda sering mengalami Lucid Dream??
Lucid
Dream merupakan keadaan dimana kita sadar saat sedang bermimpi. Dalam
keadaan ini kita dapat mengendalikan mimpi sedang membuat cerita. Mimpi itu
sendiri merupakan manifestasi visual tanpa sadar dari informasi dan kenangan
yang sudah ada di dalam kepala kita.Kondisi ini benar-benar nyata dan dapat
dialami oleh siapa saja. Pada tahun 1988, Synder & Gackenback melakukan
survei yang menemukan bahwa 20% orang mengalami Lucid Dream setiap bulan,
sementara sebanyak 50% orang telah melakukan setidaknya sekali dalam hidup
mereka
Lucid
Dream sendiri terjadi dengan
2 cara, yakni yang dialami secara tidak sengaja, maupun secara sengaja. Lucid Dream yang dilakukan secara
sengaja (Wake Intieted Lucid Dreaming)
dapat dipelajari dan diwujudkan dengan beberapa cara. Selama dia bisa ingat
bahwa Lucid Dream bisa “dibuat”
dengan sengaja dia akan menggunakan imajinasinya sebelum tidur untuk
memvisualisasikan mimpi yang dia inginkan. Kemudian dia akan melebur ke dalam
mimpinya dan mengalami kontrol mimpi tersebut.
Pengendalian
Lucid Dream yang dilakukan secara
sengaja diyakini dapat meningkatkan kontrol diri, meningkatkan kemampuan dalam
memecahkan masalah, menghilangkan mimpi buruk, mengatasi fobia dan trauma,
meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri.
Lalu bagaimana dengan Lucid Dream
yang terjadi dalam keadaan tidak sengaja???
Dalam
keadaan ini kita tidak bermaksud untuk mengendalikan mimpi, ya seperti tidur
untuk melepas lelah seperti biasa. Tidak seperti Lucid Dream yang dilakukan secara sengaja, keadaan Lucid Dream yang tidak disengaja ini
muncul dalam tidur kita dan kita tahu dan meyakini bahwa itu sebuah mimpi dan
setidaknya mengendalikan sebagian peristiwa dalam mimpi tersebut. Berawal dari
mimpi biasa, dan si pemimpi langsung menyimpulkan bahwa ia sedang bermimpi.
Lucid Dream yang tidak disengaja ini disebut Mimpi Sadar Akibat Mimpi (Dream Initiated Lucid Dream).
Dominan yang mengalami Lucid Dream
secara tidak sengaja adalah bagi mereka orang-orang yang mengidap Narkolepsi.
Narkolepsi adalah gangguan sistem saraf yang mempengaruhi kendali terhadap
aktivitas tidur. Penderita narkolepsi mengalami rasa kantuk pada siang hari dan
bisa tiba-tiba tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat. Penderitanya sulit
untuk mempertahankan kesadaran. Mereka dapat mengalami penurunan kewaspadaan
dan fokus sepanjang hari, sehingga sulit untuk berkonsentrasi dan berfungsi
penuh. Lebih gawat lagi penderita Narkolepsi terjadi di semua umur.
Mengapa
penderita Narkolepsi sering mengalami Lucid
Dream yang tidak disengaja,,??
Martin Dresler, peneliti di Max
Planck Institute Psychiatry di Munich, Jerman mengatakan bahwa pasien
narkolepsi selalu berada di perbatasan antara terjaga dan tidur. Penderita
narkolepsi tentu saja tidak dapat dilepas dari mimpi-mimpi saat tidur,
intensitas tidur yang ‘sering’ dan berulang-ulang, mengantuk berat dan tidur
selama 15 menit dapat melepaskan itu semua, namun beberapa menit kemudian
mengalami ngantuk yang dahsyat juga. Terlebih pada malam hari, mereka mengalami
tidur gelisah, dan sering diganggu oleh mimpi buruk. Mimpi buruk seperti
dikejar oleh raksasa, mereka menyadari bahwa raksasa itu tidak nyata, jika
tidak ada ancaman yang nyata dari mimpi itu, mereka akan segera bangun. Namun
sekitar 15 menit kemudian rasa kantuk datang; saat mereka kembali tidur, mimpi
buruk sebelumnya akan sambung-menyambung, dan tetap mereka menyadari bahwa itu
mimpi. Orang-orang dengan Narkolepsi mengingat rata-rata 4,3 mimpi dan 4,5
mimpi buruk per minggu. Sedangkan orang normal mengingat rata-rata 0,8 mimpi
dan 0,4 mimpi buruk perminggu.
Dalam dunia Psikiatri; menurut
Dresler, Orang-orang narkolepsi bisa memerangi mimpi buruk mereka dengan
bermimpi jernih, yakni Lucid Dream
yang disengaja. Dengan mencatat mimpi mereka, memikirkan kejadian mimpi
tersebut sepanjang hari. Dengan keunggulan yang dimiliki dalam mengendalikan Lucid Dream dalam dua cara ini, diyakini
mengurangi intensitas mimpi buruk si penderita Narkolepsi. Namun tidak untuk
mengobati si penderita Narkolepsi itu sendiri, karena pengobatan belum
ditemukan sampai saat ini.
Modifikasi gaya hidup dapat membantu
mengelola gejala penderita Narkolepsi. Obat-obat seperti stimulan yang
merangsang sistem saraf pusat adalah pengobatan utama untuk membantu tetap
terjaga di siang hari, contohnya Modafinil atau Armodafinil. Terasa berat
memang bagi penderita Narkolepsi untuk mempertahankan konsentrasi dalam setiap
kesempatan, khususnya pada siang hari saat dilanda kantuk yang hebat, namun
gaya hidup yang sehat, memerhatikan pola makan sedikit meringankan si
penderita. Untuk Anda sebagai penderita Narkolepsi sebaiknya segera
memperhatikan gaya hidup seperti uraian diatas. Karena buruk apabila aktivitas
sehari-hari anda terganggu dan produktifitas terkendala.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar