Cari Blog Ini

Selasa, 05 Mei 2020

Sering mengalami Lucid Dream? Mungkin anda mengalami gangguan ini...




            Anda sering mengalami Lucid Dream??

   Lucid Dream merupakan keadaan dimana kita sadar saat sedang bermimpi. Dalam keadaan ini kita dapat mengendalikan mimpi sedang membuat cerita. Mimpi itu sendiri merupakan manifestasi visual tanpa sadar dari informasi dan kenangan yang sudah ada di dalam kepala kita.Kondisi ini benar-benar nyata dan dapat dialami oleh siapa saja. Pada tahun 1988, Synder & Gackenback melakukan survei yang menemukan bahwa 20% orang mengalami Lucid Dream setiap bulan, sementara sebanyak 50% orang telah melakukan setidaknya sekali dalam hidup mereka

   Lucid Dream sendiri terjadi dengan 2 cara, yakni yang dialami secara tidak sengaja, maupun secara sengaja. Lucid Dream yang dilakukan secara sengaja (Wake Intieted Lucid Dreaming) dapat dipelajari dan diwujudkan dengan beberapa cara. Selama dia bisa ingat bahwa Lucid Dream bisa “dibuat” dengan sengaja dia akan menggunakan imajinasinya sebelum tidur untuk memvisualisasikan mimpi yang dia inginkan. Kemudian dia akan melebur ke dalam mimpinya dan mengalami kontrol mimpi tersebut.

Pengendalian Lucid Dream yang dilakukan secara sengaja diyakini dapat meningkatkan kontrol diri, meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah, menghilangkan mimpi buruk, mengatasi fobia dan trauma, meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri.

            Lalu bagaimana dengan Lucid Dream yang terjadi dalam keadaan tidak sengaja???

   Dalam keadaan ini kita tidak bermaksud untuk mengendalikan mimpi, ya seperti tidur untuk melepas lelah seperti biasa. Tidak seperti Lucid Dream yang dilakukan secara sengaja, keadaan Lucid Dream yang tidak disengaja ini muncul dalam tidur kita dan kita tahu dan meyakini bahwa itu sebuah mimpi dan setidaknya mengendalikan sebagian peristiwa dalam mimpi tersebut. Berawal dari mimpi biasa, dan si pemimpi langsung menyimpulkan bahwa ia sedang bermimpi. Lucid Dream yang tidak disengaja ini disebut Mimpi Sadar Akibat Mimpi (Dream Initiated Lucid Dream).

   Dominan yang mengalami Lucid Dream secara tidak sengaja adalah bagi mereka orang-orang yang mengidap Narkolepsi. Narkolepsi adalah gangguan sistem saraf yang mempengaruhi kendali terhadap aktivitas tidur. Penderita narkolepsi mengalami rasa kantuk pada siang hari dan bisa tiba-tiba tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat. Penderitanya sulit untuk mempertahankan kesadaran. Mereka dapat mengalami penurunan kewaspadaan dan fokus sepanjang hari, sehingga sulit untuk berkonsentrasi dan berfungsi penuh. Lebih gawat lagi penderita Narkolepsi terjadi di semua umur.

Mengapa penderita Narkolepsi sering mengalami Lucid Dream yang tidak disengaja,,??

  Martin Dresler, peneliti di Max Planck Institute Psychiatry di Munich, Jerman mengatakan bahwa pasien narkolepsi selalu berada di perbatasan antara terjaga dan tidur. Penderita narkolepsi tentu saja tidak dapat dilepas dari mimpi-mimpi saat tidur, intensitas tidur yang ‘sering’ dan berulang-ulang, mengantuk berat dan tidur selama 15 menit dapat melepaskan itu semua, namun beberapa menit kemudian mengalami ngantuk yang dahsyat juga. Terlebih pada malam hari, mereka mengalami tidur gelisah, dan sering diganggu oleh mimpi buruk. Mimpi buruk seperti dikejar oleh raksasa, mereka menyadari bahwa raksasa itu tidak nyata, jika tidak ada ancaman yang nyata dari mimpi itu, mereka akan segera bangun. Namun sekitar 15 menit kemudian rasa kantuk datang; saat mereka kembali tidur, mimpi buruk sebelumnya akan sambung-menyambung, dan tetap mereka menyadari bahwa itu mimpi. Orang-orang dengan Narkolepsi mengingat rata-rata 4,3 mimpi dan 4,5 mimpi buruk per minggu. Sedangkan orang normal mengingat rata-rata 0,8 mimpi dan 0,4 mimpi buruk perminggu.
                                                                          
   Dalam dunia Psikiatri; menurut Dresler, Orang-orang narkolepsi bisa memerangi mimpi buruk mereka dengan bermimpi jernih, yakni Lucid Dream yang disengaja. Dengan mencatat mimpi mereka, memikirkan kejadian mimpi tersebut sepanjang hari. Dengan keunggulan yang dimiliki dalam mengendalikan Lucid Dream dalam dua cara ini, diyakini mengurangi intensitas mimpi buruk si penderita Narkolepsi. Namun tidak untuk mengobati si penderita Narkolepsi itu sendiri, karena pengobatan belum ditemukan sampai saat ini.

   Modifikasi gaya hidup dapat membantu mengelola gejala penderita Narkolepsi. Obat-obat seperti stimulan yang merangsang sistem saraf pusat adalah pengobatan utama untuk membantu tetap terjaga di siang hari, contohnya Modafinil atau Armodafinil. Terasa berat memang bagi penderita Narkolepsi untuk mempertahankan konsentrasi dalam setiap kesempatan, khususnya pada siang hari saat dilanda kantuk yang hebat, namun gaya hidup yang sehat, memerhatikan pola makan sedikit meringankan si penderita. Untuk Anda sebagai penderita Narkolepsi sebaiknya segera memperhatikan gaya hidup seperti uraian diatas. Karena buruk apabila aktivitas sehari-hari anda terganggu dan produktifitas terkendala.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar