Cari Blog Ini

Kamis, 21 Mei 2020

Kebangkitan Nasional dalam Keberagaman Budaya Keluarga




   Saat seisi dunia sedang dilanda musibah, negara adidaya yang perkasa dengan tingkat perekonomian serta militernya pun tak kuasa menahan serangan pandemi yang terjadi. Tapi walau bagaimanapun terkhususnya untuk Indonesia tidak ada kata menyerah, dengan merefleksikan diri dalam peringatan Hari Keluarga Internasional (15 Mei) serta Hari Keberagaman Budaya Dunia (21 Mei) sebagai pelecut semangat untuk bangkit di momentum Hari Kebangkitan Nasional ini. Refleksi hari peringatan-peringatan memberi kita kesadaran bahwa kita masih memiliki keluarga, kita masih memiliki satu kekuatan untuk bangkit dari musibah yang terjadi, terlebih kita kaya akan keberagaman suku budaya, harusnya kita lebih kuat dan bersama-sama bangkit.

- Hari Keluarga Internasional
  
Keluarga merupakan narasi yang sangat penting dalam kehidupan, karena di lingkungan keluarga menentukan optimalisasi perkembangan pribadi, penyesuaian diri, moral dan etika serta kapabilitas diri untuk kemanusiaan dalam skala global. Tahun 1993, Majelis Umum PBB melalui resolusi 47/237 pada tanggal 20 September memutuskan memperingati tanggal 15 Mei sebagai Hari Keluarga Internasional yang dimulai pada tahun 1994. Peringatan Hari Keluarga Internasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu yang mempengaruhi keluarga di di seluruh dunia, pentingnya berhubungan dengan keluarga dan meningkatkan pengetahuan terhadap proses sosial ekonomi, dan demografi terhadap proses sosial, ekonomi dan demografi [1]. Dominan peringatan Hari Keluarga Internasional adalah seputar pendidikan anak, keseimbangan keluarga dan masalah sosial budaya untuk perbaikan keluarga di dunia.


   Memaknai Hari Keluarga Internasional dapat dilihat dari skala kecil dan besar. Dalam skala kecil tentunya kita berkonsentrasi untuk membangun hubungan keluarga yang selama ini renggang, dengan lebih meningkatkan intensitas komunikasi langsung tanpa perantara dapat memaksimal keutuhan keluarga yang harmonis. Kemajuan teknologi sekarang tentunya melonggarkan komunikasi keluarga, seperti gadget yang sudah membuat intensitas komunikasi di dalam rumah berkurang, itu kiranya komunikasi langsung tanpa perantara tadi (keseimbangan keluarga). Lebih dekat lagi, dengan intensitas komunikasi tentu kita lebih tau kondisi tiap-tiap personil dalam keluarga tentang keluh kesah serta masalah sosial yang mungkin terjadi. Karena keluarga adalah poin pertama terhadap optimalisasi perkembangan pribadi. Seperti pendidikan anak, dengan berkomunikasi langsung, kita dapat memantau tugas-tugas sekolah anak, sekaligus menjauhkan anak dari penggunaan gadget yang berlebihan (pendidikan anak)

   Sementara dalam skala lebih besar, komponen keluarga ini menjadi tanggung jawab dunia. Dalam menciptakan tataran keluarga yang bahagia, tentunya banyak rintangan yang dihadapi. Tidak semua keluarga sanggup melewatinya, bahkan untuk menjalani saja terasa berat. Itu dapat kita lihat dalam suatu keluarga yang kurang beruntung akibat masalah sosial, seperti kekacauan di negaranya, kemiskinan yang juga menjadi efek domino, perceraian, anak-anak terlantar hingga menimbulkan masalah kejahatan lainnya. Ini yang menjadi menjadi konsentrasi dunia. Ini bukti bahwa peranan keluarga sangat amat berarti, untuk maknai Hari Keluarga dalam membangkitkan moral kita dari apa yang sedang melanda keluarga-keluarga di seluruh dunia, khususnya Indonesia.

- Hari Keberagaman Budaya Dunia
  
Tidak sampai disitu saja, sebuah keluarga dari tataran masyarakat yang beraneka ragam sosial budaya juga mempengaruhinya. Tapi kali ini bukan hanya suatu keluarga yang menjadi terancam, tetapi suatu kelompok komponen masyarakat. Ya, seringkali perbedaan budaya, bahasa dan bangsa menjadi konflik. Dalam kelompok kecil terjadi konflik budaya hingga level global seperti kelompok ekstimis yang mencoba menghancurkan kelompok minoritas. Dalam hal ini kiranya kita dapat memaknai dalam Hari Keberagaman Budaya Dunia, dimana keberagaman budaya didunia seharusnya mengingatkan kita akan kekayaan budaya dan saling menghargai, perbadaan budaya harusnya menajdi sumber kekayaan bukan perpecahan. PBB mencatat sebanyak 75% dari konflik besar yang terjadi di dunia berakar pada dimensi kultural. Maka dari itu diperlukan dialog-dialog antarbudaya harus ditingkatkan agar tiap-tiap kelompok dalam suatu komponen dapat saling memahami, sehingga meminimalisir kesalahpahaman etnik (konflik sosial) untuk mencipatkan komponen masyakarat yang harmonis; yang juga berimbas pada peningkatan kebahagiaan dalam berkeluarga. PBB menetapkan 21 Mei sebagai Hari Keberagaman Budaya Dunia berawal saat UNESCO mengeluarkan Deklarasi Universal tentang Keragaman Budaya melalui resolusi PBB nomor 57/249. Dengan memperingati Hari Keberagaman Budaya Dunia kita harus bersatu dalam perbedaan, melawan penindasan yang ingin menghancurkan perbedaan, bersatu menghadapi segala permasalahan yang ada, terlebih pandemi yang saat ini melanda. Tidak ada waktu untuk saling mengurusi urusan atau kepentingan pribadi, bersatu mencari jalan keluar bersama.

- Keluarga Sebagai Perlindungan Utama
   Organisasi Dunia terus mengkampanyekan pentingya meningkatkan kesadaran terhadap fungsi keluarga dengan pengetahuan serta komunikasi yang intens. Karena keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang tinggal dalam satu atap dengan keadaan saling ketergatungan, artinya di dalam keluarga memelihara, memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi berbagai persoalan bersama-sama. Keluarga sebagai wadah utama dalam membina karakter individu mulai dari anak-anak yang akan dibawanya sampai dewasa.

   Terlebih ketika berbagai keluarga di seluruh dunia, khususnya di Indonesia sedang dilanda musibah. Peran keluarga sangat amat penting untuk menguatkan antar sesama anggota keluarga. Peran keluarga seperti cinta dan kasih sayang, perlindungan, pemahaman dalam berkehidupan tentunya dapat meminimalisir kecemasan yang terjadi saat ini. Khususnya untuk anak-anak, peran orang tua tentang pemahaman yang sedang terjadi dapat mempengaruhi kebijaksaannya di masa mendatang. Makanya pemerintah saat ini memberlakukan #stayathome karena selain memutus mata rantai pandemi, juga meningkat intensitas kehangatan kita terhadap keluarga, yang sebelumnya renggang menjadi lebih akrab, yang sebelumnya jarang berkomunikasi menjadi lebih sering, yang kecanduan gadgat asik sendiri menjadi lebih sadar akan pentingnya keluarga dalam melindungi kita, membimbing kita dari berbagai masalah yang dihadapi. Keluarga merupakan tempat paling nyaman untuk segalanya, keluarga menjadi penuntun kita menjadi lebih rohani, menjadi tempat mengeluarkan keluh kesah.
            Nah, untuk yang tidak dapat berkumpul dengan keluarga sementara ini, kita justru jadi peduli akan mereka di sana, kita jadi lebih sering menghubungi mereka tiap hari sebagai pelepasan kangen karena tidak dapat berkumpul saat menuju hari kemenangan ini.

  Sempurna atau tidak sempurnanya keluarga mu bersyukur-lah, walau bagaimanapun kemana engkau pergi keluarga selalu menjadi tempat mu kembali. Yang sedang dilanda masalah keluarga, apakah saat ini anda masih memikirkan itu? Apakah dalam keadaan pandemi seperti ini ada ‘hal lain’ yang dapat membantu mu? tentu saja tidak.,, keluarga-lah yang dapat membantu mu, membimbing mu, memberi perlindungan bagi mu baik susah maupun senang. Kita semua tau, keluarga-keluarga di Indonesia saat ini sedang berduka, berbagai kebutuhan sehari-hari sangat diperlukan, untuk itu kita sebagai salah satu anggota di dalam sana, menjadi penguat satu sama lain di berbagai masalah yang dihadapi. Mungkinkah Tuhan menurunkan wabah ini agar kita tersadar pentingnya fungsi keluarga??? apakah dengan cara ini kita jadi ingat dengan ibu, bapak, adik, kakak yang selama ini sering terlupakan karena kesibukan kerja??

   Mengingat pentingya fungsi keluarga di Indonesia sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara, karena sebagai akar tumbuhnya bangsa yang besar. Melalui keluarga pelopor-pelopor semangat pejuang bangsa lahir, melalui keluarga yang dididik secara baik timbul orang-orang yang akan membawa negara ini kedepan, dari keluarga juga para pahlawan kita berhasil merebut kejayaan negara Indonesia.

- Hari Kebangkitan Nasional
 
Keluarga yang sejahtera dan harmonis merefleksikan diri sebagai kekuatan-kekuatan bangsa untuk bangkit dari keterpurukan, kekuatan untuk melawan dan maju kedepan, kekuatan untuk bisa keluar dari permasalahan yang terjadi saat ini. Keluarga dalam hal ini dimaknai sebagai persatuan untuk bangkit dari berbagai macam masalah. Maka jadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum kebangkitan bangsa ini, bersatu padu dengan rasa semangat Kesatuan, Persatuan dan Nasionalisme. Karena Hari Kebangkitan Nasional merupakan nilai persatuan bangsa Indonesia, simbol yang menggambarkan bagaimana bangsa Indonesia bangkit untuk melawan penjajahan. Perjuangan tumpah darah tak kenal lelah merebut kemerdekaan Indonesia.


- Refleksi Sebagai Titik Balik
   Dengan memperingati sembari merefleksikan diri sebagai titik balik dari keadaan saat ini, mari menjaga dan memaknai arti persatuan, kesatuan dan persaudaraan (Hari Keberagaman Budaya Dunia) yang telah kita pupuk dan bina bersama dalam keluarga, mari bangkit dari luapan badai topan yang tengah melanda negeri ini, bangkit sebagaimana yang telah dilakukan para pahlawan dari penjajahan (Hari Kebangkitan Nasional). Yakinkan diri bahwa kita kuat atas cobaan yang melanda saat ini. Bersatu teguh dengan mematuhi peraturan. Kita berbeda karena kita kaya, kita bersatu karena kita kuat, kita bersama-sama karena kita keluarga. Jika terlalu berat untuk bangkit, bisikkan pada hati, bahwa kita masih memiliki keluarga, luapkan keberatan beban mu dalam keluarga, niscaya keluarga akan meringankan beban itu (Hari Keluarga).

Saat ini bangsa menjadi tanggungjawab kita bersama. Berterimakasih atas apa yang telah diperjuangkan para pahlawan kita, jangan sia-siakan perjuangannya.





[1] un.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar