Saat seisi dunia sedang dilanda
musibah, negara adidaya yang perkasa dengan tingkat perekonomian serta
militernya pun tak kuasa menahan serangan pandemi yang terjadi. Tapi walau
bagaimanapun terkhususnya untuk Indonesia tidak ada kata menyerah, dengan merefleksikan diri dalam peringatan Hari Keluarga Internasional (15 Mei) serta
Hari Keberagaman Budaya Dunia (21 Mei) sebagai pelecut semangat untuk bangkit di momentum
Hari Kebangkitan Nasional ini. Refleksi hari peringatan-peringatan
memberi kita kesadaran bahwa kita masih memiliki keluarga, kita masih memiliki
satu kekuatan untuk bangkit dari musibah yang terjadi, terlebih kita kaya akan
keberagaman suku budaya, harusnya kita lebih kuat dan bersama-sama bangkit.
- Hari Keluarga Internasional
Keluarga merupakan narasi yang
sangat penting dalam kehidupan, karena di lingkungan keluarga menentukan optimalisasi
perkembangan pribadi, penyesuaian
diri, moral dan etika serta kapabilitas diri untuk kemanusiaan dalam skala
global. Tahun 1993, Majelis Umum PBB melalui resolusi 47/237 pada tanggal 20
September memutuskan memperingati tanggal 15 Mei sebagai Hari Keluarga Internasional
yang dimulai pada tahun 1994. Peringatan Hari Keluarga Internasional bertujuan
untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu yang mempengaruhi keluarga di di seluruh dunia, pentingnya berhubungan
dengan keluarga dan meningkatkan pengetahuan terhadap proses sosial ekonomi,
dan demografi terhadap proses sosial, ekonomi dan demografi [1]. Dominan
peringatan Hari Keluarga Internasional adalah seputar pendidikan anak, keseimbangan keluarga dan masalah sosial budaya
untuk perbaikan keluarga di dunia.
Memaknai Hari Keluarga Internasional dapat dilihat dari skala kecil dan
besar. Dalam skala kecil tentunya kita berkonsentrasi untuk membangun hubungan
keluarga yang selama ini renggang, dengan lebih meningkatkan intensitas
komunikasi langsung tanpa perantara dapat memaksimal keutuhan keluarga yang
harmonis. Kemajuan teknologi sekarang tentunya melonggarkan komunikasi
keluarga, seperti gadget yang sudah membuat intensitas komunikasi di dalam
rumah berkurang, itu kiranya komunikasi langsung tanpa perantara tadi (keseimbangan keluarga). Lebih dekat
lagi, dengan intensitas komunikasi tentu kita lebih tau kondisi tiap-tiap
personil dalam keluarga tentang keluh kesah serta masalah sosial yang mungkin terjadi. Karena keluarga adalah poin
pertama terhadap optimalisasi
perkembangan pribadi. Seperti pendidikan anak, dengan berkomunikasi
langsung, kita dapat memantau tugas-tugas sekolah anak, sekaligus menjauhkan
anak dari penggunaan gadget yang berlebihan (pendidikan anak)
Sementara dalam skala lebih besar,
komponen keluarga ini menjadi tanggung jawab dunia. Dalam menciptakan tataran
keluarga yang bahagia, tentunya banyak rintangan yang dihadapi. Tidak semua
keluarga sanggup melewatinya, bahkan untuk menjalani saja terasa berat. Itu
dapat kita lihat dalam suatu keluarga yang kurang beruntung akibat masalah
sosial, seperti kekacauan di negaranya, kemiskinan yang juga menjadi efek domino,
perceraian, anak-anak terlantar hingga menimbulkan masalah kejahatan lainnya.
Ini yang menjadi menjadi konsentrasi dunia. Ini bukti bahwa peranan
keluarga sangat amat berarti, untuk maknai Hari Keluarga dalam membangkitkan
moral kita dari apa yang sedang melanda keluarga-keluarga di seluruh dunia,
khususnya Indonesia.
- Hari Keberagaman Budaya Dunia
-
Keluarga Sebagai Perlindungan Utama
Organisasi Dunia terus
mengkampanyekan pentingya meningkatkan kesadaran terhadap fungsi keluarga
dengan pengetahuan serta komunikasi yang intens. Karena keluarga merupakan unit
terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang
yang tinggal dalam satu atap dengan keadaan saling ketergatungan, artinya di
dalam keluarga memelihara, memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut
sebagai perisai dalam menghadapi berbagai persoalan bersama-sama. Keluarga
sebagai wadah utama dalam membina karakter individu mulai dari anak-anak yang
akan dibawanya sampai dewasa.
Terlebih ketika berbagai keluarga di
seluruh dunia, khususnya di Indonesia sedang dilanda musibah. Peran keluarga
sangat amat penting untuk menguatkan antar sesama anggota keluarga. Peran
keluarga seperti cinta dan kasih sayang, perlindungan, pemahaman dalam
berkehidupan tentunya dapat meminimalisir kecemasan yang terjadi saat ini.
Khususnya untuk anak-anak, peran orang tua tentang pemahaman yang sedang
terjadi dapat mempengaruhi kebijaksaannya di masa mendatang. Makanya pemerintah
saat ini memberlakukan #stayathome karena selain memutus mata rantai pandemi,
juga meningkat intensitas kehangatan kita terhadap keluarga, yang sebelumnya
renggang menjadi lebih akrab, yang sebelumnya jarang berkomunikasi menjadi lebih
sering, yang kecanduan gadgat asik sendiri menjadi lebih sadar akan pentingnya
keluarga dalam melindungi kita, membimbing kita dari berbagai masalah yang
dihadapi. Keluarga merupakan tempat paling nyaman untuk segalanya, keluarga
menjadi penuntun kita menjadi lebih rohani, menjadi tempat mengeluarkan keluh
kesah.
Nah, untuk yang tidak dapat
berkumpul dengan keluarga sementara ini, kita justru jadi peduli akan mereka di
sana, kita jadi lebih sering menghubungi mereka tiap hari sebagai pelepasan
kangen karena tidak dapat berkumpul saat menuju hari kemenangan ini.
Sempurna atau tidak sempurnanya keluarga mu bersyukur-lah, walau bagaimanapun
kemana engkau pergi keluarga selalu menjadi tempat mu kembali. Yang sedang
dilanda masalah keluarga, apakah saat ini anda masih memikirkan itu? Apakah
dalam keadaan pandemi seperti ini ada ‘hal
lain’ yang dapat membantu mu? tentu saja tidak.,, keluarga-lah yang dapat
membantu mu, membimbing mu, memberi perlindungan bagi mu baik susah maupun
senang. Kita semua tau, keluarga-keluarga di Indonesia saat ini sedang berduka,
berbagai kebutuhan sehari-hari sangat diperlukan, untuk itu kita sebagai salah
satu anggota di dalam sana, menjadi penguat satu sama lain di berbagai masalah
yang dihadapi. Mungkinkah Tuhan menurunkan wabah ini agar kita tersadar
pentingnya fungsi keluarga??? apakah dengan cara ini kita jadi ingat dengan ibu, bapak, adik, kakak yang selama ini
sering terlupakan karena kesibukan kerja??
Mengingat pentingya fungsi keluarga
di Indonesia sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara, karena sebagai akar tumbuhnya bangsa yang besar.
Melalui keluarga pelopor-pelopor semangat pejuang bangsa lahir, melalui
keluarga yang dididik secara baik timbul orang-orang yang akan membawa negara
ini kedepan, dari keluarga juga para pahlawan kita berhasil merebut kejayaan
negara Indonesia.
- Hari Kebangkitan Nasional
Keluarga yang sejahtera dan harmonis
merefleksikan diri sebagai kekuatan-kekuatan bangsa untuk bangkit dari
keterpurukan, kekuatan untuk melawan dan maju kedepan, kekuatan untuk bisa
keluar dari permasalahan yang terjadi saat ini. Keluarga dalam hal ini dimaknai
sebagai persatuan untuk bangkit dari berbagai macam masalah. Maka jadikan
peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi
momentum kebangkitan bangsa ini, bersatu padu dengan rasa semangat Kesatuan,
Persatuan dan Nasionalisme. Karena Hari Kebangkitan Nasional merupakan nilai
persatuan bangsa Indonesia, simbol yang menggambarkan bagaimana bangsa
Indonesia bangkit untuk melawan penjajahan. Perjuangan tumpah darah tak kenal
lelah merebut kemerdekaan Indonesia.
- Refleksi Sebagai Titik Balik
Dengan memperingati sembari merefleksikan
diri sebagai titik balik dari keadaan saat ini, mari menjaga dan memaknai arti
persatuan, kesatuan dan persaudaraan (Hari
Keberagaman Budaya Dunia) yang telah kita pupuk dan bina bersama dalam
keluarga, mari bangkit dari luapan badai topan yang tengah melanda negeri ini,
bangkit sebagaimana yang telah dilakukan para pahlawan dari penjajahan (Hari Kebangkitan Nasional). Yakinkan
diri bahwa kita kuat atas cobaan yang melanda saat ini. Bersatu teguh dengan
mematuhi peraturan. Kita berbeda karena kita kaya, kita bersatu karena kita
kuat, kita bersama-sama karena kita keluarga. Jika terlalu berat untuk bangkit,
bisikkan pada hati, bahwa kita masih memiliki keluarga, luapkan keberatan beban
mu dalam keluarga, niscaya keluarga akan meringankan beban itu (Hari Keluarga).
Saat
ini bangsa menjadi tanggungjawab kita bersama. Berterimakasih atas apa yang
telah diperjuangkan para pahlawan kita, jangan sia-siakan perjuangannya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar