*MUSTAFA KEMAL
PASHA ‘ATTATURK’
Lahir
19 Mei 1881, sejak kecil pola pikir lugu-nya sudah ‘terganggu’ dengan kondisi
keluarganya. Ayahnya adalah peminum berat yang membuanta frustrasi dan
ditinggal mati saat usia 7 tahun. ‘Gangguan’ itu terus muncul dan berkembang
saat dia menduduki bangku sekolah dasar, ia menjadi anak dengan jiwa
pemberontak, tidak suka aturan, penyendiri. Ia juga suka berkelahi dan melawan
guru sehingga membuatnya kabur dan tidak pernah kembali ke sekolah itu. Saat
ibunya merasa bimbang, muncul saran dari pamannya untuk memasukkannya ke
sekolah militer; disitu Mustafa menemukan dunianya, dia mahir dan lulus disana
dengan pangkat kapten pada 1905. Berbagai kegemilangannya serta keberhasilan di
berbagai operasi militer diraihnya.
Disaat
Turki sedang goncang setelah kalah di PD I, Mustafa mendapat panggungnya, ia muncul
sebagai pemimpin pasukan pertahanan Turki melawan sekutu-sekutu Eropa. Saat
Turki berhasil menang dalam perang kemerdekaan Turki, dengan cepat Mustafa
menjadi pahlawan nasional, rakyat Turki memujanya sebagai Sang Penyelamat. Rakyatnya
jadi berpaling mendukung Mustafa sebagai penyelamat negara. Melalui Traktat
Lausanne 29 Oktober 1923 menjadikannya presiden dan berdirinya Republik Turki
![]() |
| Mustafa Kemal Pasha 'Attaturk' |
Para
pengikut setia Mustafa atau Kemalisme juga memiliki beberapan
prinsip yang akan diterapkan bersama, yakni Republikanisme; sebagai antisipasi kembalinya sistem monarki, Sekularisme; pemisahan antara agama dan negara, sebagai
penyingkiran agama dari kehidupan publik dan tegaknya pengawasan negara atas
institusi-institusi keagamaan, Nasionalisme;
mitos-mitos historis yang menyertainya dimanfaatkan sebagai alat utama dalam
pembinaan identitas nasional baru, dan hal demikian dimaksudkan untuk mengambil
alih kedudukan agama dalam banyak hal. Populisme;
gagasan tentang solidaritas nasional dan mengutamakan kepentingan seluruh
bangsa di atas kepentingan-kepentingan kelompok, negaraisme; pengakuan atas kemajuan negara di bidang
ekonomi dan revolusionisme sebagai penerapan dari semuanya.
Enam prinsip itu dituangkan dalam konstitusi Turki 1937.
Berbagai kebijakan yang dianggap
memusuhi Islam tersebut dengan cepat membuatnya memiliki banyak oposisi, namun
dengan kekuasaannya, ia juga dengan cepat menyingkirkan itu. Kegeringannya
terhadap kehidupan Barat, seperti pesta miras, di istananya membuatnya
mengalami komplikasi penyakit, kehidupan itu menyerupai kehidupan ayahnya dulu.
Infeksi hati membuatnya wafat pada 10 November 1938. Mengenai berbagai
kebijakan serta kontribusinya terhadap negara Turki, memiliki dua pandangan
berbeda, ada yang menganggap sebagai pahlawan sehingga member gelar ‘Attaturk’
dan itu dinyatakan resmi dalam konstitusi Turki, ada juga yang mengutuk beliau
karena merubah wajah Turki secara ekstrem dan dianggap membenci Islam, mereka
tidak menganggap Attaturk, mereka menyebut Mustafa Kemal Pasha.
*HO CHI MINH
![]() |
| Ho Chi Minh |
Melanjutkan
perjalanannya, pada 1923 mengunjungi Rusia. Dia dilatih sebagai agen Komintern
(Komunis Internasional) yang berfungsi untuk menyebarkan revolusi, sosialisme
di dunia; juga mempelajari Marxisme-Leninisme, serta teknik revolusioner di Communist University of the Toilers of The
East[1]. Pada 1925 Ho
pergi ke China dan bekerja sebagai penerjemah bagi Michael Borodin sesama agen
Komintern, yang ingin menggerakkan revolusi sosialis di China. Di sana, Ho juga
mengajak pengungsi Vietnam mendirikan Perkumpulan
Pemuda Revolusioner Vietnam (Thanh Nien). Lebih ekstrem, Ho mendirikan Partai Komunis Indocina (ICP) di
Hongkong, ia sempat ditangkap pemerintahan Inggris karena terlibat dalam
kegiatan revolusioner dan dipenjara selama dua tahun.
Pada
1941 dia kembali ke negaranya untuk membantu gerakan perjuangan Vietnam, ia
meminta bantuan kepada ICP dan membentuk kelompok pergerakan perjuangan Vietnam
(Vietminh)
untuk mengusir koloni Perancis dan dilain sisi Jepang juga sedang menduduki
Vietnam. Saat Jepang menyerah pada 1945, Vietminh menggunakan kesempatan
tersebut dan mendeklarasikan pendirian Republik Demokrasi Vietnam dengan Ho Chi
Minh sebagai presidennya. Namun pihak Perancis tak terima dan memerangi para
Vietminh[2].
Perancis pun berhasil menguasi Vietnam bagian Selatan dan juga Vietnam bagian
Utara yang sebelumnya tidak mencapai kesepakatan berunding dengan kaum komunis
Vietnam. Vietminh membalas dengan penyerangan di kota Hanoi pada 19 Desember
1945 yang menandai berawalnya Perang-Indocina.
Selama delapan tahun peperangan beberapa pihak terlibat, Mao Zedong yang
membantu Vietminh sementara Amerika Serikat membantu Perancis.
Pada
tahun 1954, Perancis mengalami kekalahan besar di Dien Bien Phu, barat laut
Vietnam dan memulai perundingan damai[3].
Berdasarkan hasil perundingan Jenewa, Vietnam dibagi menjadi Vietnam Utara yang
dipimpin Ho Chi Minh dan Vietnam Selatan yang dikuasai Kaisar Bao Dai. Ho tidak
setuju dan menyerukan Vietminh dan kelompok perjuangan Vietnam Utara untuk
memerangi Vietnam Selatan yang dipengaruhi Amerika Serikat. Dengan begitu
terjadilah perang saudara[4].
Pada 1950, Ho membentuk pasukan gerilya komunis di bagian Vietnam Selatan yang
bernama Vietcong. Bersama dengan
Vietman Utara, Vietcong berhasil mengalahkan intervensi militer AS selama satu
dekade dan bersembunyi dari PM Ngo Dinh Diem (Pemimpin Vietnam Selatan) di
bawah tanah.
Sejak
1960, Ho mulai mengurangi aktivisnya karena masalah kesehatan. Ho akhirnya
meninggal pada 2 September 1969 akibat serangan jantung. Para pihak yang
bertikai memutuskan untuk genjatan senjata selama 72 jam untuk mengenang Ho Chi
Minh. Enam tahun kemudian akhirnya Vietnam bersatu di bawah paham komunis.
*SALOTH SAR
(POL POT)
![]() |
| Sarloth Sar |
Pada
1953 ia kembali ke Kamboja dan melibatkan diri dalam Khmer Vietminh dan perang
gerilya melawan pemerintahan Raja Norodom Shinouk yang baru merdeka atas
Perancis setelah kekalahannya juga di Vietnam. Merujuk pada Perjanjian Damai
Jenewa, 1954 Khmer Vietminh bergabung ke Marxis-Leninisme yang dikuasai Vietnam
Utara, Pol Pot kembali ke Phnom Phenh berkamuflase bekerja sebagai guru sambil
membantu meresmikan gerakan itu ke Partai Buruh Kampuchea dan berganti nama
menjadi Partai Komunis Kampuchea (CPK). Untuk menghindari represi negara yang
saat itu sedang berkecamuk pada 1963, Pol Pot ke perkemahan hutan, sembari
mengatur strategi untuk menggulingkan Norodom.
- Kudeta 1970
Kamboja
Saat
Norodom Shinaouk memaksa majelis parlemen untuk menjadikannya kepala negara selamanya,
dan memutuskan dalam konstitusinya untuk menyemimbangkan sayap kiri dan kanan
demi kesejahteraan rakyat Kamboja, Dengan itu artinya Norodom melonggarkan
aktivitas Khmer Vietminh. Namun tampaknya itu sulit terjadi, pada 1963 Lon Nol
adalah seorang sayap kanan yang menjadi PM bahkan berbalik menyerangnya. Pada
Maret 1970, demonstrasi anti-Vietnam berskala besar meletus di Phonm Penh
mengutuk kebijakan Norodom, demonstrasi ini semakin meningkat dan diluar
kendali pemerintah. Banyak pengamat mengatakan demonstrasi didorong oleh Lon
Nol. Norodom yang saat itu sedang di luar negeri semakin memuluskan langkah Lon
Nol untuk berkuasa ditambah dengan sikap kompor Sirik Matak yang juga sebagai
Wakil PM, Sirik Matak dikenal kecemburuannya terhadap Norodom dan ingin
merampasnya. Lon Nol resmi menjadi pemimpin Kamboja saat itu.[7]
Sementara
parlemen berdebat tentang masa depan pemerintahannya. Dengan suara dominan
dalam majelis, mengeluarkan keputusan untuk menarik kepercayaan pada Norodom. Pada
23 Maret, Norodom via radio Beijing menyerukan pemberontakan terhadap Lon Nol.
Demonstran pro-Norodom juga turun ke jalan. Akibat kekacauan luar biasa itu,
Pol Pot yang sebelumnya ingin menggulingkan Norodom, justru berkamuflase
memihaknya untuk mengambil momentum penyerangan kepada yang berkuasa disana.
Seteleah tahu bahwa Lon Nol juga merupakan anti-Khmer. Namun yang aneh adalah,
bagaimana bisa Pol Pot ingin mengkudeta Norodom, sementara Norodom sudah mulai
merangkul Khmer di dalam pemerintahan. Pol Pot datang dengan bantuan dari
pasukan Vietnam Utara maju dan merebut pemerintahan dari Lon Nol yang didukung
AS, dan terjadi perang saudara. Ratusan ribu orang tewas.
Pada
April 1975 Pol Pot menjadi penguasa tertinggi disamping Khmer Merah hingga
menjadi perdana Menteri. Kamboja menjadi negara satu partai yang disebut Partai
Demokratik Kampuchea. Dia berusaha menciptakan masyarakat sosialis agraris yang
ia yakini akan berkembang menjadi masyarakat komunis. Dia menggenjot bidang
pertanian untuk swasembada pangan yang menurutnya akan memulihkan kondisi
ekonomi rakyatnya dari perang saudara. Ekstrem-nya yang dilakukan Pol Pot untuk
swasembada beras mengakibatkan kerja paksa; disinilah rakyat menderita dan
berjatuhan.
- Jatuhnya Rezim
Khmer Merah
Konflik
yang terjadi di perbatasan Kamboja dan Vietnam masih terus terjadi. Vietnam
mengirim 50.000 tentara menembus 12 mil ke Kamboja. Kamboja pun memutus
hubungan dengan Vietnam dan menyatakan perang. Vietnam berhasil menguasai Zona
Timur Kamboja, Pol Pot panik dan mengirim 400 kader CPK untuk melawan puluhan
ribu tentara Vietnam. Sadar merka akan mati sia-sia, kader itu justru berbalik
menyerang pemerintah Khmer Merah. Pol Pot semakin kehilangan banyak pasukan
yang membelot, Pol Pot berusaha meningkatkan hubungan dengan negara lain untuk
mencari bantuan pasukan, tetapi banyak negara menolak karena takut akan dampak
invasi Vietnam dan pengaruh Uni Soviet. Termasuk China yang enggan mengirimkan
pasukan karena dapat memicu perang dengan Uni Soviet.
Pada
Desember 1978, Angkatan Darat Vietnam meluncurkan invasi skala besar dan
berhasil menduduki Phonm Penh pada Januari 1979. Pol Pot tersudut, seluruh
pasukannya kabur, Vietnam mendirikan pemerintahan baru di bawah Samrin dan
menamakan diri sebagai Republik Rakyat Kampuchea. Khmer Merah lari ke China
meminta arahan dari Deng Xiaoping. China yang sebelumnya enggan terlibat kali
ini menyerang Vietnam Utara, berharap dapat menarik pasukan Vietnam menjauh
dari invasi di Kamboja. Khmer Merah juga mendapat bantuan dari AS dan sebagian
besar negara Asia Tenggara non-Marxis yang takut akan agresi Vietnam sebagai
alat pengaruh Soviet di wilayah tersebut. Vietnam justru berhasil menguasai
daerah Sisophon yang semakin dekat dengan Pol Pot.
Puncak
dari perang ini adalah negosiasi pemerintahan dengan dua Perdana Menteri,
dengan keadaan yang semakin kondusif, tentara nasional Kamboja terus memburu
Pol Pot dan Khmer sebagai tuntutan agar mereka mempertanggungjawabkan
perbuantannya. Pol Pot akhirnya tertangkap dan menjadi tahanan rumah sampai
meninggal pada 1998.
*MALCOLM X
![]() |
| Malcolm X |
Saat
di penjara Malcolm menjadi anggota Nation
of Islam dan setelah pembebasan bersyarat pada tahun 1952, ia dengan cepat
naik menjadi salah satu pemimpin organisasi tersebut. Selama belasan tahun
Malcolm X menjadi cerminan dari kelompok itu karena menjadi juru bicara dalam
mengajarkan supremasi kulit hitam dan memperjuangkan pemisahan kulit hitam dan
putih. Bahwa orang kulit hitam lebih unggul daripada kulit putih, dan bahwa
orang kulit hitam merupakan orang-orang asli dunia[9].Ratusan
orang Afrika-Amerika bergabung dengan Nation of Islam setiap bulan karena
kelihaiannya dalam berbicara. Namun tak sedikit juga orang kulit putih dan
beberapa orang kulit hitam khawatir dengan apa yg dibicarakan Malcolm. Dia dan
Nation of Islam digambarkan sebagai pendukung supremasi kulit hitam, rasis,
pendukung kekerasan dan sebuah ancaman terhadap hubungan antar ras. Dia juga
banyak mengkritik berbagai kebijakan yang mengdiskreditkan kulit hitam,
akibatnya dia tidak terlepas dari penyelidikan FBI atas dugaan komunis dan
antisemit.
Pada
1 Desember 1963, ketika ia diminta untuk berkomentar tentang pembunuhan
Presiden Kennedy, Malcolm mengatakan bahwa kasus itu adalah kasus ‘ayam pulang
ke kandang’ karenanya ia tidak pernah sedih dan justru merasa senang[10].
Pernyataan itu membuat kemarahan public sementara Nation of Islam sendiri sudah
mengeluarkan pesan berbelasungkawan atas kematian Kennedy. Malcolm pun akhirnya
dilarang berbicara di depan umum selama 90 hari. Pada 8 Maret 1964 Malcolm
keluar dari Nation of Islam dan mendirikan Muslim Mosque, Inc. dan Organisasi
Persatuan Afro-Afrika, sebuah kelompok sekuler untuk meningkatkan kesadaran
politik orang-orang Afrika-Amerika.
Setelah
Malcolm X memeluk Islam Sunni ia pergi berhaji, setelah kembali ke AS dia
justru banyak menerima tawaran berbicara di kampus-kampus, serta di publik.
Keunggulan itu nampaknya menjadi ancaman bagi Nation of Islam yang sebelumnya
bersitegang dengan ketuanya, Elijah Muhammad terkait dugaan perselingkuhan. NOI
pun menyatakan perang dengan Malcolm dan mengancam akan membunuhnya. Berbagai
tindakan ancaman telah dilancarkan oleh kelompok anonim mengancam melalui
berbagai telepon yang ditujukan kepada istri Malcolm X, Betty Shabaz dan
mengatakan ‘Malcolm X akan disingkirkan’.
- Pembunuhan
![]() |
| Situasi Audobon Ballroom saat penembakan (cbsnews) |
![]() |
| Lingkaran bekas peluru |
Dia dinyatakan meninggal pukul 3.30 sore di Columbia
Presbyterian Hospital dengan 21 luka tembak di dada, bahu kiri, lengan kaki.
Pelakunya berjumlah tiga orang dan semua merupakan anggota Nation of Islam,
yakni Butler, Johson dan Hayer.
Malcolm
X telah digambarkan sebagai salah satu orang Afrika Amerika terbesar dan paling
berpengaruh sepanjang sejarah. Dia dikenal akrena meningkatkan harga diri dan
martabat orang kulit hitam Amerika. Dia menyebabkan penyebaran Islam diantara
masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat.
.
.
.
Itulah
keempat tokoh terkenal yang lahir pada 19 Mei, setiap tokoh mempunyai cerita
masing-masing yang tidak dapat dilupakan sejarah.....
[1] New York Time terbitan 4
September 1969 - Terjemahan
[2] merdeka.com/HoChiMinh
[3] Vietnam Indepence Proclaimed,
History.com
[4]
HistoryLearningSite.co.uk/HoChiMinh - Terjemahan
[5] Locard, Henri, European Review of History, Maret 2005 -
Terjemahan
[6] Wikipedia/PolPot
[7] Kudeta 1970 Kamboja/Wikipedia
[8] Malcolm X, Autobiography - Terjemahan
[9] Lomax, When The Word is Given
1963 - Terjemahan
[10] Malcolm X Scores U.S. and Kennedy.
New York Times (2.12.1963)
[11] Kihs, Peter “Malcolm X Shot to Death at Really Here”. The New York Times (22.2.1965)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar