Pengertian
Modernisasi
Ada
beberapa tokoh yg mengajukan pendapat tentang makna modernisasi.
·
Everett M. Roger : merupakan proses dimana individu
berubah dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup lebih kompleks dan maju
secara teknologis.
·
Cyril E. Black : perkembangan lembaga-lembaga secara
perlahan disesuaikan dengan perubahan fungsi secara cepat dan menimbulkan
peningkatan yang belum pernah dicapai sebelumnya dalam hal pengetahuan manusia.
Dengan pengetahuan tersebut, akan memungkinkan manusia untuk menguasai
lingkungannya dan melakukan revolusi ilmiah.
·
Daniel Lerner :merupakan suatu trend unilateral yang
sekuler dalam mengarahkan cara-cara hidup dari tradisional menjadi partisipan.
Dari
beberapa definisi tersebut, modernisasi dapat dipahami
berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat yg modern.
Modernisasi dapat pula berarti perubahan dari masyarakat tradisional menuju
masyarakat yg modern. Jadi, modernisasi merupakan suatu proses perubahan di
mana masyarakat yg sedang memperbaharui dirinya berusaha mendapatkan ciri-ciri
atau karakteristik yang dimiliki masyarakat modern.
Sejarah Lahirnya Teori Modernisasi
Teori modernisasi lahir sebagai tanggapan ilmuwan sosial Barat
terhadap Perang Dunia II. Teori ini muncul sebagai upaya Amerika untuk
memenangkan perang ideologi melawan sosialisme yang pada waktu itu sedang
populer. Bersamaan dengan itu, lahirnya negara-negara merdeka baru di Asia,
Afrika, dan Amerika Latin bekas jajahan Eropa melatarbelakangi perkembangan
teori ini. Negara adidaya melihat hal ini sebagai peluang untuk membantu Negara
Dunia Ketiga sebagai upaya stabilitas ekonomi dan politik.
Di awal perumusannya tahun 1950-an, aliran modernisasi mencari
bentuk teori dan mewarisi pemikiran-pemikiran dari teori evolusi dan
fungsionalisme. Teori evolusi dan fungsionalisme pada waktu itu dianggap mampu
menjelaskan proses peralihan masyarakat tradisional menuju masyarakat modern di
Eropa Barat, selain juga didukung oleh para pakar yang terdidik dalam alam
pemikiran struktural-fungsionalisme. Teori modernisasi memberikan solusi, bahwa
untuk membantu Dunia Ketiga termasuk kemiskinan, tidak saja diperlukan bantuan
modal dari negara-negara maju, tetapi negara itu disarankan untuk meninggalkan
dan mengganti nilai-nilai. Karena berpatokan dengan perkembangan di Barat, lalu
sampai sekarang teori modernisasi diidentikkan dengan westernisasi.
Teori-teori Modernisasi
Teori Modernisasi adalah teori pembangunan yg menyatakan bahwa
pembangunan dapat dicapai melalui mengikuti proses pengembangan yang digunakan
oleh negara-negara berkembang saat ini. Pendidikan dilihat sebagai kunci untuk
menciptakan individu modern. Teknologi memainkan peran kunci dalam teori
pembangunan karena diyakini bahwa teknologi ini dikembangkan dan diperkenalkan
kepada negara-negara maju yang lebih rendah akan memacu pertumbuhan ekonomi.
Salah satu faktor kunci dalam Teori Modernisasi adalah keyakinan bahwa
pembangunan memerlukan bantuan dari negara-negara maju untuk membantu
negara-negara berkembang untuk belajar dari perkembangan mereka. Dengan
demikian, teori ini dibangun di atas teori bahwa ada kemungkinan untuk
pengembangan yg sama dicapai antara negara maju dan dikembangkan lebih rendah.
1.Teori
Harrod-Domar Tabungan dan Investasi
Bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan
oleh tingginya tabungan dan investasi. Kalau tabungan dan investasi rendah,
pertumbuhan ekonomi masyarakat atau negara tersebut juga akan rendah. Rumus
pembangunan Harrod-Domar ini didasarkan pada asumsi bahwa,
masalah pembangunan pada dasarnya merupakan masalah
menambahkan investasi modal. Masalah keterbalakangan adalah masalah kekurangan
modal. Kalau ada modal, dan modal ini diinvestasikan, hasilnya adalah
pembangunan ekonomi. Jadi cara tepat untuk
menghilangkan kemiskinan adalah dengan ketersediaan modal untuk melakukan
investasi. Semakin tinggi tingkat investasi di sebuah negara, maka secara
otomatis, pembangunan telah berhasil.
2. Max Weber: Etika
Protestan
Teori Weber memepersoalkan masalah manusia yang dibentuk oleh
nilai-nilai budaya di sekitarnya, khususnya nilai-ilai agama.Peran agama
sebagai faktor yg menyebabkan munculnya kapitalisme di Eropa Barat dan Amerika
Serikat.Pembahasan ini diterbitkan menjadi sebuah buku yang berjudul The
Protestant Ethic and the Spirit of Capitalisme.Dalam bukunya Weber mencoba
menjawab pertanyan, mengapa beberapa negara di Eropa dan Amerikan Serikat
mengalami kemajuan ekonomi yg pesat dibawah sistem kapitalisme. Setelah
melakukan analisis, Weber mencapai kesimpulan bahwa salah satu penyebab
utamanya adalah apa yang disebut Etika Protestan.
3. David McClelland:
Dorongan Berprestasi atau n-Ach
McClelland mengambil kesimpulan untuk membuat sebuah pekerjaan
berhasil, yg paling penting adalah sikap terhadap pekerjaan tersebut.Seperti
juga konsep Etika Protestan, keinginan, kebutuhan, atau dorongan untuk
berprestasi ini tidak sekedar untuk meraih imbalan materi yang besar. Orang dengan
n-Ach yg tinggi, yg memiliki kebutuhan untuk berprestasi mengalami kepuasan
bukan kerena mendapatkan imbalan dari hasil kerjanya, tetapi karena hasil kerja
tersebut dianggapnya sangat baik. Ada kepuasan batin tersendiri kalau dia
berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan sempurna. Imbalan material menjadi
faktor sekunder. Selanjutnya McClelland mengatakan bahwa kalau dalam sebuah
masyarakat ada banyak orang yg memiliki n-Ach yg tinggi, dapat di harapkan
masyarakat tersebut akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yg tinggi.
Syarat-Syarat
Suatu Modernisasi
Menurut Soerjono Soekanto,
syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut :
·
Cara berpikir ilmiah yg sudah melembaga dan
tertanam kuat dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat luas.
·
Sistem administrasi Negara yg baik dan benar-benar
mewujudkan birokrasi.
·
Sistem pengumpulan data yg baik, teratur, dan
terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu seperti BPS (Badan Pusat
Statistik).
·
Penciptaan iklim yang menyenangkan terhadap
modernisasi terutama media massa.
·
Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin
diri.
Gejala Modernisasi di Indonesia
Gejala-gejala
modernisasi dapat ditinjau dari berbagai bidang modernisasi kehidupan manusia berikut
ini:
- Bidang budaya: ditandai dengan semakin terdesaknya budaya tradisional oleh masuknya pengaruh budaya dari luar, sehingga budaya asli semakin pudar.
- Bidang politik: ditandai dengan semakin banyaknya Negara yg lepas dari penjajahan, munculnya Negara-negara yang baru merdeka, tumbuhnya Negara-negara demokrasi, lahirnya lembaga-lembaga politik.
- Bidang ekonomi: ditandai dengan semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan barang-barang dan jasa sehingga sektor industri dibangun secara besar-besaran untuk memproduksi barang.
- Bidang sosial: ditandai dengan semakin banyaknya kelompok baru dalam masyarakat, seperti kelompok buruh, kaum intelektual, kelompok manajer, & kelompok ekonomi kelas.
Dampak Positif dan Negatif
Modernisasi
·
Dampak positif
- Perubahan Tata Nilai dan Sikap; adanya
modernisasi dalam zaman sekarang ini bisa dilihat dari cara berpikir masyarakat
yg irasional menjadi rasional.
-
Berkembangnya ilmu pengetahuan & teknologi; dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan & teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas. Serta
mendorong untuk berpikir lebih maju, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
pula yg membentuk masa modernisasi yang terus kian berkembang dan maju di waktu
sekarang ini.
-
Tingkat Kehidupan yang lebih Baik; dibukanya industri atau industrialisasi
berdasarkan teknologi yg sudah maju menjadikan nilai dalam memproduksi
alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih, dan juga merupakan salah
satu usaha mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
·
Dampak
negatif
- Pola
Hidup Konsumtif; Perkembangan teknologi industri yg sudah modern dan semakin
pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu
masyarakat mudah tertarik untuk menkonsumsi barang dengan banyak pilihan yg
ada, sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
- Sikap Individualistik; masyarakat
merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi
membutuhkan orang lain dalam beraktivitas. Padahal manusia diciptakan sebagai
makhluk sosial.
- Gaya Hidup Kebarat-baratan; Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
- Gaya Hidup Kebarat-baratan; Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
- Kesenjangan Sosial: Apabila dalam
suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti
arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara
individu dengan individu lainnya. Dengan
kata lain individu yg dapat terus mengikuti perkembangan jaman memiliki
kesenjangan tersendiri terhadap individu yang tidak dapat mengikuti suatu
proses modernisasi tersebut.
- Kriminalitas: Kriminalitas sering
terjadi di kota-kota besar karena menipisnya rasa kekeluargaan, sikap yang
individualisme, adanya tingkat persaingan yang tinggi dan pola hidup yang
konsumtif.
Hubungan Teori Modernisasi dengan Pembangunnan
Perkembangan dunia yg kian pesat turut mempengaruhi tingkat daya
saing setiap Negara dalam segala bidang untuk bersaing satu sama lain guna
melakukan pembangunan nasional secara cepat dan berkesinambungan (sustainable development). Kemampuan
Negara untuk melakukan pembangunan secara keseluruhan akan turut menentukan
posisinya dipercaturan dunia internasional. Setiap Negara yg berhasil melakukan
pembangunan akan sangat dipertimbangkan dan memiliki peranan penting baik
secara regional maupun internasional. Misalnya Cina dan India merupakan negara
yg secara perlahan melakukan pembangunan dan terbukti mulai memiliki peranan yg
cukup penting dalam mengendalikan laju perekonomian negara-negara di Asia.
Model/strategi pembangunan pasca Perang Dunia II sampai sekarang
masih menjadi sorotan dan menjadi topik perbincangan kalangan akademisi yakni
model pembangunan nasional (national building) di Negara-negara dunia ketiga.
Pembangunan adalah proses perubahan yg direncanakan untuk memperbaiki berbagai
aspek kehidupan manusia (Portes 1976). Perubahan yg direncanakan dalam
pembangunan mencakup seluruh sistem sosial masyarakat mulai dari ekonomi,
politik, infrastruktur, pertahanan, pendidikan, teknologi, kesehatan. Perubahan
dalam sistem ekonomi misalnya terjadinya peningkatan kualitas dan kuantitas
produksi, perubahan basis ekonomi dari importir menjadi eksportir, peningkatan
penerimaan devisa dari seluruh aktivitas ekonomi, dll.
Ada beberapa Negara di kawasan Amerika Utara, Asia, Afrika,
Amerika Latin dan Eropa Barat yg melakukan pembangunan nasional dengan
mengadopsi teori modernisasi. Dengan karakteristik nasional yg berbeda-beda
menggunakan satu model yakni modernisasi tentunya akan
menghasilnya hasil yg berbeda pula. Negara-negara di Kawasan Amerika
Utara dan Eropa Barat telah berhasil melakukan pembangunan secara evolusi pada
abad ke 18 dengan model/konsep pembangunan yg sama (konsep modernisasi).
Kesimpulan
- Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yg bergerak dari keadaan yg tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yg modern.
- Modernisasi juga mempunyai dampak bagi kehidupan bermasyarakat pada masysarakat yang menganut modernisasi. Modernisasi memiliki dampak negatif dan dampak positif. Dampak positif modernisasi diantaranya perubahan tata nilai dan sikap, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat kehidupan yg lebih baik. Dampak negatif dari modernisasi diantaranya pola hidup konsumtif, sikap individualistik, gaya hidup kebarat-baratan, kesenjangan sosial, kriminalitas.
- Modernisasi memiliki gejala-gelaja meliputi gejala politik, gejala sosial, gejala budaya, gejala ekonomi yang harus ditanggapi dengan bijak.
Saran
Modernisasi memang perlu untuk
kemajuan suatu wilayah, daerah, bahkan suatu negara. Namun kia harus menanggapi
modernisasi dengan bijak agar kita tidak terjerumus ke dalam dampak-dampak atau
gejala yg merugikan yg akan ditimbulkan oleh modernisasi. Bak dua sisi mata
uang yang berbeda, disamping ada dampak positif dari modernisasi yg akan
menguntungkan kita, ada juga dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh
modernisasi yg pastikan akan mengganggu, & merugikan kita.
Karena itu, menurut kami masyarakat hendaknya lebih selektif dalam menyaring kebudayan modernisasi ini. Apa lagi budaya kebarat-baratan, sebagai negara yg sebagian besar penduduknya beragama islam, hendaknya masyarakat tidak menganut budaya barat yang tidak sesuai dengan syariat agama.
Karena itu, menurut kami masyarakat hendaknya lebih selektif dalam menyaring kebudayan modernisasi ini. Apa lagi budaya kebarat-baratan, sebagai negara yg sebagian besar penduduknya beragama islam, hendaknya masyarakat tidak menganut budaya barat yang tidak sesuai dengan syariat agama.
Pemerintah juga berperan penting dalam pemerataan modernisasi. Karena akan ada banyak masalah yang ditimbulkan , misalnya karena pola hidup masyarakat yang konsumtif, kita harus mengimpor barang untuk memenuhi permintaaan pasar dalam negeri, sedangkan daya ekspor kia rendah. Kita juga harus lebih mencintai produk-produk dalam negeri. Jika kerugian akan terus menerus melanda pelaku pasar dalam negeri, maka akan banyak pelaku pasar yang gulung tikar, banyak pekerja yg akan menganggur, ini akan menimbulkan kriminalitas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar