Cari Blog Ini

Jumat, 06 Oktober 2017

Harapan Timnas Indonesia di Piala Dunia 2034




   Piala Dunia merupakan ajang sepakbola yang sangat menyita perhatian, dimana pertandingan yang membawa nama negara tidak hanya sebuah kebanggaan (pride) namun juga menjadi eksistensi yang paling berharga (prestise) untuk tampil di ajang empat tahunan tersebut; terutama negara-negara dunia ketiga yang masih terasa sulit untuk babak final Piala Dunia, bahkan untuk kualifikasi saja harus berjuang susah payah.[1]

   Selaras dengan Timnas kita yang masih berkutit di level regional, bahkan untuk juara terasa sangat sulit. Tapi sebagai pendukung terus memberikan rasa optimism terhadap Tim Garuda untuk dapat terbang setinggi-tinginya. Kita patut sedikit bersyukur, karena pemerintah serius dalam membenahi pesebakbolaan nasional, merupakan masa lalu untuk dijadikan pelajaran di masa depan. Tata kelola sepakbola nasional, kompetisi berjenjang, mengikutkan timnas di segala level kompetisi, serta pengembangan pemain muda menjadi agenda pokok PSSI.

   Melalui pengembangan pemain-pemain muda, bila kita sedikit mundur kebelakang, Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri dapat meraih prestasi di Piala AFF U-19 tahun 2013 yang secara tidak terduga. Melalui tangan dingin Insyaf (berikut nama akrabnya), ia mengelilingi pelosok negeri untuk menemukan pemain-pemain berbakat seperti Evan Dimas dkk. Lalu, sentuhan tangan dingin Insjaf tidak sampai situ saja, sempat dipecat tahun 2014 sebelum akhirnya kembali menukangi Timnas U-19. Di kesempatan kedua melatih Timnas U-19 ia berhasil melahirkan nama sepeti Egy Maulana cs. Dan hasilnya tampil memukau di kompetisi AFF U-18 di Myanmar, mengingat waktu persiapan yang sangat sedikit.

            Penampilan memukau Timnas U-19 diiringi para juniornya di ajang Kualifikasi Asia U-16 dan berhasil melaju ke Bbak Final Piala Asia U-16 tahun 2018 di Malaysia. Bahkan di babak kualifikasi grup, Timnas U-16 mencukur habis Mariana Utara dengan skor 18-0. Suatu moment yang manis ditengah perjuangan kita dalam membenahi sepakbola nasional.

   Fenomena perkembangan Gardua Muda menjadi daya optimism tinggi timnas untuk dapat terbang setinggi-tingginya. Dengan keseriusan pemerintah serta dukungan penuh dari masyarakat Indonesia bukan tidak mungkin dapat berprestasi lebih. Terus memberi perhatian kepada perkembangan pemain muda untuk membentuk tim solid di masa depan. Seperti halnya dengan negara Jerman yang serius dalam mengembangkan pemain muda, yang membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun sebelum akhirnya ‘kembali’ menjadi Juara Dunia tahun 2014 di Brasil. Ini dapat menjadi pelecut semangat timnas demi tujuan jangka panjang pada Piala Dunia 2034 mendatang.
Ya,,, Piala Dunia 2034 Indonesia dan Thailand akan mengajukan diri menjadi tuan rumah. Pemerintah dalam hal ini Presiden telah merestui dan mendukung Indonesia untuk menjadi tuan rumah bersama dengan Thailand.[2]

   Sekali lagi, dengan keseriusan jangka panjang, perkembangan bibit-bibit muda kita dapat menghasilkan tim solid dan berprestasi di masa mendatang. Terutama pada pagelaran Piala Dunia 2034. Kita berharap Garuda Muda dapat terus berkembang, berlatih dengan giat, belajar dan terus belajar dari tahun ke tahun. Perbaiki segala aspek yang menjadi kelemahan Timnas ditambah dengan sinergitas dukungan pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia demi meraih prestasi setinggi-tingginya.

Optimis terus, semangat Garuda-ku. Dari sekarang kita berbenah, bersakit-sakit dahulu, karena proses tidak akan menghianati hasil.

Bravo Timas Indonesia !!!


[1] Sumber Foto : Republikan (30/9/2017)
[2] Kompas.com (25/9/2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar